kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Sebarkan informasi vulgar, China hapus lebih dari 7 juta informasi online


Rabu, 23 Januari 2019 / 20:06 WIB


Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. China makin ketat mengawasi dunia maya. Terbaru, Badan Pengawas Siber China telah menghapus lebih dari 7 juta informasi online serta 9.382 aplikasi mobile.

The Cyberspace Administration of China (CAC)juga menegur aplikasi milik raksasa teknologi China Tencent karena menyebarkan "informasi vulgar".

Seperti dikutip Reuters, CAC dalam sebuah pernyataan di situsnya menyebutkan, tindakan itu merupakan bagian dari pembersihan informasi yang tidak dapat diterima dan berbahaya. Perang melawan informasi berbahaya itu dimulai bulan ini. CAC juga telah mematikan 733 situs web.

Aplikasi berita Tiantian Kuaibao milik Tencent termasuk yang kena tegur CAC. Platform berita tersebut telah diperintahkan untuk melakukan perubahan karena telah menyebarkan informasi kasar rendah yang berbahaya dan merusak ekosistem internet. Tencent belum menanggapi permintaan komentar soal ini.

CAC juga mengkritik Huaban, jaringan sosial berbagi foto, karena memiliki masalah ekosistem yang serius. Huaban menulsikan di situs webnya bahwa layanan onlinenya sementara waktu diturunkan untuk perbaikan.

Kontrol internet telah diperketat di bawah Presiden China Xi Jinping. Kontrol  internet ini telah dipercepat sejak tahun 2016, ketika Partai Komunis China yang berkuasa berusaha menindak perbedaan pendapat dalam lanskap media sosial yang berkembang pesat.

Pada bulan November 2018 lalu, CAC sudah menghapus 9.800 akun media sosial dari penyedia berita independen karena dianggap melakukan penyebaran informasi yang berbahaya secara politis dan memalsukan sejarah Partai Komunis China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×