kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sebanyak 69 perusahaan terdaftar inkubator di BEI


Rabu, 02 Januari 2019 / 16:41 WIB
Sebanyak 69 perusahaan terdaftar inkubator di BEI
ILUSTRASI. Pembukaan perdagangan saham 2019


Reporter: Yoliawan H | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu langkah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong perusahaan agar melantai di pasar modal atau melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) adalah dengan membuat program inkubator. Program tersebut akan membina perusahaan skala kecil dan menengah agar siap IPO.

Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini, pihaknya mencatat 69 perusahaan yang sudah masuk ke inkubator. “Masih tahap groomin. Kami melakukan assessment sampai benar-benar layak IPO,” ujar Yetna di BEI, Rabu (2/1).

Pada tahun 2018 lalu, perusahaan hasil binaan BEI yang sudah melantai di bursa efek baru ada satu perusahaan yakni PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO). YELO resmi tercatat pada 29 Oktober 2018. Lebih lanjut, menurut Nyoman, perusahaan yang sudah masuk ke dalam inkubator diharapkan sudah matang dan siap IPO dalam waktu 1 tahun hingga 2 tahun.

“Harus dipastikan, bisnis modelnya menarik untuk kelangsungan perusahaan. Kami juga menyiapkan papan baru yakni akselerasi untuk mengakomodir emiten yang belum bisa masuk ke papan pengembangan,”imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×