kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Sebanyak 69 perusahaan terdaftar inkubator di BEI


Rabu, 02 Januari 2019 / 16:41 WIB
ILUSTRASI. Pembukaan perdagangan saham 2019


Reporter: Yoliawan H | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu langkah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mendorong perusahaan agar melantai di pasar modal atau melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) adalah dengan membuat program inkubator. Program tersebut akan membina perusahaan skala kecil dan menengah agar siap IPO.

Direktur BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, saat ini, pihaknya mencatat 69 perusahaan yang sudah masuk ke inkubator. “Masih tahap groomin. Kami melakukan assessment sampai benar-benar layak IPO,” ujar Yetna di BEI, Rabu (2/1).

Pada tahun 2018 lalu, perusahaan hasil binaan BEI yang sudah melantai di bursa efek baru ada satu perusahaan yakni PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO). YELO resmi tercatat pada 29 Oktober 2018. Lebih lanjut, menurut Nyoman, perusahaan yang sudah masuk ke dalam inkubator diharapkan sudah matang dan siap IPO dalam waktu 1 tahun hingga 2 tahun.

“Harus dipastikan, bisnis modelnya menarik untuk kelangsungan perusahaan. Kami juga menyiapkan papan baru yakni akselerasi untuk mengakomodir emiten yang belum bisa masuk ke papan pengembangan,”imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×