kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Sebagian besar bursa saham di Asia Tenggara jatuh, Singapura melaju hampir 1%


Rabu, 03 April 2019 / 12:18 WIB
Sebagian besar bursa saham di Asia Tenggara jatuh, Singapura melaju hampir 1%


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Sebagian besar bursa saham di Asia Tenggara jatuh pada perdagangan sesi pertama Rabu (3/4) setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2019 dan Bank Pembangunan Asia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi regional.

Meski demikian, bursa saham Singapura melonjak hampir 1% ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Kenaikan bursa saham Singapura ditopang kenaikan saham DBS Holdings Group Ltd tercatat naik 2,3%, Oversea Chinese Banking Corpl Ltd menguat 1,7%.

Sementara bursa saham Malaysia naik untuk sesi kedua berturut-turut didorong saham-saham keuangan dan kesehatan. Bank Umum Bhd naik 1,3% dan IHH Healtcare Bha naik 2,6%.

Bursa saham Thailand jatuh setelah empat hari berturut-turut naik. Bursa Saham Thailand tertekan akibat saham-saham teknologi dan real estate mencatat kerugian.
Sementara bursa saham Vietnam tergelincir dengan kerugian terkonsentrasi pada sektor keuangan dan real estate.

Mengutip Reuters, perdagangan dunia menyusut 0,3% di kuartal IV 2018 lalu dan kemungkinan tahun ini hanya tumbuh sebesar 2,6%, atau di bawah perkiraan sebelumnya yang 3,6%, sebagaimana diproyeksikan WTO.

Sementara Bank Pembangunan Asia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara tahun ini menjadi 4,9% dari 5,1%. Bank Pembangunan Asia memperkirakan ekonomi Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand tumbuh lebih lambat tahun ini dari perkiraan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×