kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 17.985   2,00   0,01%
  • IDX 6.179   -17,80   -0,29%
  • KOMPAS100 807   -4,40   -0,54%
  • LQ45 611   -3,60   -0,59%
  • ISSI 214   0,15   0,07%
  • IDX30 344   -2,13   -0,62%
  • IDXHIDIV20 426   -2,52   -0,59%
  • IDX80 92   -0,45   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,76   -0,65%
  • IDXQ30 110   -0,62   -0,55%

Sebagian besar bursa saham di Asia Tenggara jatuh, Singapura melaju hampir 1%


Rabu, 03 April 2019 / 12:18 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  SINGAPURA. Sebagian besar bursa saham di Asia Tenggara jatuh pada perdagangan sesi pertama Rabu (3/4) setelah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2019 dan Bank Pembangunan Asia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi regional.

Meski demikian, bursa saham Singapura melonjak hampir 1% ke level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. Kenaikan bursa saham Singapura ditopang kenaikan saham DBS Holdings Group Ltd tercatat naik 2,3%, Oversea Chinese Banking Corpl Ltd menguat 1,7%.

Sementara bursa saham Malaysia naik untuk sesi kedua berturut-turut didorong saham-saham keuangan dan kesehatan. Bank Umum Bhd naik 1,3% dan IHH Healtcare Bha naik 2,6%.

Bursa saham Thailand jatuh setelah empat hari berturut-turut naik. Bursa Saham Thailand tertekan akibat saham-saham teknologi dan real estate mencatat kerugian.
Sementara bursa saham Vietnam tergelincir dengan kerugian terkonsentrasi pada sektor keuangan dan real estate.

Mengutip Reuters, perdagangan dunia menyusut 0,3% di kuartal IV 2018 lalu dan kemungkinan tahun ini hanya tumbuh sebesar 2,6%, atau di bawah perkiraan sebelumnya yang 3,6%, sebagaimana diproyeksikan WTO.

Sementara Bank Pembangunan Asia memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara tahun ini menjadi 4,9% dari 5,1%. Bank Pembangunan Asia memperkirakan ekonomi Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand tumbuh lebih lambat tahun ini dari perkiraan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×