kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

SDPC target akuisisi Errita Pharma November nanti


Senin, 11 September 2017 / 21:04 WIB


Reporter: Riska Rahman | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID -  PT Millenium Pharmacon Indonesia Tbk (SDPC) menargetkan akuisisi perusahaan manufaktur obat generik, PT Errita Pharma, bisa selesai pada November 2017 mendatang. Nantinya, akuisisi ini bisa menambah kontribusi penjualan obat generik perusahaan tersebut.

Menurut Direktur Utama Millenium Pharmacon Indonesia, Mohamad Muhazni bin Mukhtar, akuisisi terhadap 15% saham produsen obat generik tersebut bisa tuntas November 2017 ini. "Ini berbarengan dengan pencatatan saham baru di bursa," katanya, Selasa (11/9).

Langkah akuisisi tersebut untuk menambah kontribusi penjualan obat generik ke kinerja perusahaan. Sebab lini bisnis obat generik baru berkontribusi di atas 5% dari total penjualan SDPC.

Untuk sementara, Muhazni masih belum bisa menyebut besaran peningkatan kontribusi penjualan obat generik pasca akuisisi tersebut. "Saat ini masih dalam proses evaluasi," ujar dia.

Adapun dana untuk membeli 15% saham PT Errita Pharma akan diperoleh dari penerbitan 590.909.091 lembar saham baru lewat hak memesan efek terlebih dulu (HMETD) alias rights issue dengan dana bidikan minimum sebesar Rp 59 miliar. Sebagian dana yang diperoleh dari saham baru tersebut akan digunakan untuk membeli saham PT Errita Pharma, sementara sisanya akan digunakan perusahaan untuk keperluan modal kerja.

Perusahaan ini menargetkan pengajuan rights issue ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa rampung pada September tahun ini. Sementara saham baru tersebut ditargetkan bisa dicatatkan di bursa pada November mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×