kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   0,00   0,00%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Schroders Indonesia: Butuh dukungan pemerintah untuk membuat IHSG bangkit


Rabu, 26 Februari 2020 / 18:27 WIB
ILUSTRASI. Dua karyawan mengamati monitor pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peran pemerintah dibutuhkan agar pasar saham Indonesia kembali bergairah. Rabu, (26/2), kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali merosot cukup dalam 1,70% ke 5.688. Sejak awal tahun IHSG sudah melorot 9,69%. 

Padahal, valuasi pasar saham Indonesia termasuk atraktif karena di Januari 2020 net flow dana asing ke IHSG positif. Namun, tidak dipungkiri wabah virus corona membuat investor asing berbondong-bondong keluar dari pasar saham dan mengejar safe haven aset seperti emas. 

Baca Juga: Asing jual bersih, IHSG anjlok 1,70% ke 5.688 pada akhir perdagangan hari ini

Rizky Hidayat, Investment Specialist Schroders Indonesia mengatakan agar pasar saham dapat menguat kembali maka diperlukan beberapa sentimen positif. 

Pertama, stabilisasi wabah virus corona serta cara menangkalnya. Kedua, kejelasan penyelesaian permasalahan skandal reksadana dan Jiwasraya. Ketiga, dukungan dari pemerintah dalam bentuk stimulus di antaranya yang ditunggu-tunggu pasar yakni kebijakan Omnibus Law. 

Lebih lanjut, Rizky mengatakan meski valuasi saham saat ini menarik, tetapi pasar memang masih membutuhkan dukungan dari pemerintah. Apalagi, terkhusus saat kondisi ekonomi saat ini tengah menghadapi dampak negatif dari virus corona. 

"Pandangan kami masih netral untuk pasar saham," kata Rizky, Rabu(26/2). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×