kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Schroder: Tahun ini kinerja reksadana saham akan sulit ungguli IHSG


Senin, 19 September 2011 / 21:18 WIB
ILUSTRASI. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memimpin pertemuan tingkat Menaker se-ASEAN, Rabu (28/10/2020).


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kondisi pasar saham boleh saja naik turun, tapi produk-produk reksadana saham masih saja mendominasi.

Sampai saat ini proporsi Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana saham masih mendominasi 39% dari total NAB reksadana. Namun kondisi ini sepertinya tidak akan bertahan lama, menurut Michael Tjoajadi Presiden Director Schroder Investment Management sampai akhir tahun nanti kinerja reksadana saham akan terus di bawah kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Masalahnya, menurut Michael lonjakan nilai IHSG belakangan ini lebih didominasi oleh kenaikan saham-saham small cap yang sebenarnya cenderung tidak likuid. "Jika terjadi redemption dalam reksadana, siapa yang akan mau beli saham-saham yang tidak likuid," lanjutnya pada acara Market Outlook 2012 di Bursa Efek Indonesia, Senin (19/9).

Lalu menurut Michael, kenaikan IHSG sampai di level 3.800 - 4.000 sebenarnya sudah dikatakan cukup memuaskan. "Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia memiliki kenaikan Indeks yang paling tinggi," kata Michael. Pasalnya, jika IHSG terlalu naik tahun ini, ada kekhawatiran di tahun 2012 malah akan jatuh.

"Jadi lebih baik, naik sedikit demi sedikit dan stabil untuk tahun-tahun ke depannya," ucap Michael.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×