kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Sawit Melonjak? India Borong Jutaan Ton Jelang Festival!


Selasa, 09 September 2025 / 14:29 WIB
Sawit Melonjak? India Borong Jutaan Ton Jelang Festival!
ILUSTRASI. Pekerja mengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit saat panen di kawasan Desa Suak Raya, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Kamis (1/5/2025). Harga TBS Kelapa sawit tingkat petani di Aceh Barat mengalami penurunan dari Rp2.380 per kilogram menjadi Rp2.200 per kilogram yang dipengaruhi berkurangnya permintaan komoditas minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dari negara importir utama seperti India dan Tiongkok. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/YU


Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) berjangka Malaysia sedikit berubah, berkisar di sekitar MYR 4.498 per ton pada hari Selasa (9/9), naik 0,22% secara harian. 

Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (9/9), harga CPO naik karena melemahnya minyak nabati pesaing di bursa Chicago. Para pedagang tetap berhati-hati menjelang data bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia dalam beberapa hari mendatang. 

Reuters memproyeksikan persediaan akan naik untuk bulan keenam berturut-turut pada bulan Agustus karena produksi terus melampaui ekspor meskipun ada tanda-tanda pemulihan permintaan. 

Baca Juga: Ditopang Permintaan Domestik dan Ekspor, Simak Rekomendasi Saham Emiten Sektor CPO

Fokus pasar juga bergeser ke Tiongkok, pembeli utama. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Indeks Harga Produsen (PPI) mendatang diperkirakan akan menunjukkan tekanan deflasi yang terus-menerus, menambah kekhawatiran tentang perlambatan permintaan dan friksi perdagangan. 

Di sisi yang mendukung, surveyor kargo memperkirakan pengiriman Agustus naik 10,2%–15,4% dari Juli. 

Pada pembeli utama yakni India, impor minyak sawit melonjak 16% menjadi 993.000 ton, tertinggi sejak Juli 2024 karena penyulingan menimbun menjelang musim festival pada pertengahan Oktober. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×