kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Saudi setuju meningkatkan produksi, harga minyak merosot ke bawah US$ 74 per barel


Senin, 02 Juli 2018 / 08:50 WIB
ILUSTRASI. Semburan api ladang minyak di Soroush, bersebelahan dengan bendera Iran


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia merosot ke bawah US$ 74 per barel pagi ini, Senin (2/7). Pernyataan Amerika Serikat (AS) bahwa Arab Saudi telah setuju untuk meningkatkan produksi minyak, menjegal laju harga minyak dunia.

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di pasar Nymex untuk pengiriman Agustus 2018, pukul 8:22 WIB, ada di US$ 73,54 per barel. 

Dalam Twitternya Sabtu lalu (30/6), Presiden Donald Trump menyebut telah meminta Saudi memompa minyak lebih banyak karena ada kekurangan pasokan dari Iran dan Venezuela. Bahkan, dia menyebut, Saudi bisa memompa tambahan sampai 2 juta barel per hari. 

Akhir pekan, Gedung Putih mengkonfirmasi pernyataan Trump. Namun, tak ada kejelasan apakah Saudi memang akan membuka kapasitas cadagannya yang sebesar 2 juta barel per hari tersebut. 


Sebelum Trump melontarkan pernyataannya, harga minyak mentah dunia jenis light crude ini mencapai level US$ 74,15 per barel. Harga minyak sempat naik setelah AS berencana menyusun kembali sanksi baru terhadap Iran, yang juga merupakan salah satu negara utama penghasil minyak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×