kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Sanksi Atas Rusia Masih Lunak, Bursa Wall Street Menghijau


Rabu, 23 Februari 2022 / 22:35 WIB
Sanksi Atas Rusia Masih Lunak, Bursa Wall Street Menghijau
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Rabu (23/2) setelah sanksi awal yang diberikan negara Barat atas Rusia tidak terlalu keras.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka menguat pada Rabu (23/2) setelah sanksi awal yang diberikan negara-negara Barat atas Rusia tidak terlalu keras. Namun, investor terus mencermati perkembangan yang bergerak cepat dalam krisis Rusia-Ukraina.

Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka naik 84,36 poin atau 0,25% ke 33.680,97 pada Rabu (23/2). Indeks S&P 500 menguat 20,17 poin atau 0,47% menjadi 4.324,93. Sedangkan Nasdaq Composite naik 130,23 poin atau 0,97% ke 13.511,75.

Langkah Rusia untuk mengirim tentara ke dua daerah separatis di Ukraina timur mengakibatkan Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Australia, Kanada dan Jepang akan menjatuhkan sanksi dengan menargetkan bank dan elite Rusia.

Baca Juga: Ramai-Ramai Jatuhkan Sanksi kepada Rusia, Bankir di Eropa Mulai Cemas

Sementara Jerman membekukan proyek pipa gas utama dari Rusia. Adapun Inggris melarang Rusia menerbitkan obligasi baru di London.

"Pasar mengatakan bahwa sanksi tidak terlalu parah dan oleh karena itu kami mungkin melihat sedikit pemulihan. Tetapi masih ada ketidakpastian di luar sana," kata Geetu Sharma, pendiri dan manajer investasi, AlphasFuture LLC seperti dikutip Reuters.

Bursa Saham AS memiliki awal yang bergejolak hingga 2022 karena memburuknya ketegangan geopolitik melukai sentimen investor. Sebelumnya investor juga sudah dibayangi kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan agresif oleh Federal Reserve untuk memerangi inflasi.

Baca Juga: Presiden Ukraina: Kami Mungkin Akan Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×