kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.818   -10,00   -0,06%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Saham tidak selalu menarik pasca stock split, ini yang perlu dicermati


Rabu, 19 Mei 2021 / 18:31 WIB
Saham tidak selalu menarik pasca stock split, ini yang perlu dicermati
ILUSTRASI. Karyawan mengabadikan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir


Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejak awal tahun 2021, sejumlah emiten telah memecah nilai nominal saham atawa stock split. Menurut catatan Kontan.co.id, ada empat emiten yang telah melakukan stock split yakni EMTK, HOKI, ERAA, dan SRTG

Yang terbaru, ada emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) yang berencana stock split dengan rasio 1:5. Artinya, setiap kepemilikan satu saham dengan nilai nominal Rp 100 akan berubah menjadi lima saham HEAL dengan nilai nominal menjadi Rp 20 per saham.

Analis Phillip Sekuritas Helen menanggapi, stock split memang biasa ditunggu oleh investor ritel yang berminat membeli saham tertentu, akan tetapi modal yang dimiliki tidak mencukupi. 

Ia mencontohkan stock split ketiga saham UNVR pada tahun lalu dengan rasio 1:5. Harga saham sebelum stock split dipatok Rp 42.000 per saham. Dengan kata lain untuk membeli satu lot saham diperlukan dana hingga Rp 4,2 juta. 

Setelah stock split, harga saham UNVR menjadi Rp 8.400 per lembar saham. Sehingga, investor dapat mengantongi satu lot saham UNVR dengan harga yang lebih rendah, yakni Rp 840.000. 

Baca Juga: Medikaloka Hermina (HEAL) berencana stock split, begini saran analis

Oleh karenanya, stock split akan mendorong lebih banyak investor melakukan transaksi suatu saham karena harga yang lebih terjangkau. Sehingga, dari sisi likuiditas sahamnya pun berpotensi meningkat. 
Bagi trader, likuiditas termasuk kunci dalam berinvestasi saham. Trader menjadi lebih mudah membeli maupun menjual dengan volume transaksi yang besar karena semakin banyak investor berminat.

"Tapi stock split tidak menjamin 100% bahwa saham akan dilirik atau menjadi lebih likuid oleh investor," ungkap Helen kepada Kontan.co.id, Rabu (19/5). 

Lebih lanjut dijelaskan, pergerakan harga saham pasca stock split juga dipengaruhi oleh kinerja emiten yang tercermin dari laporan pendapatan, laba rugi, cash flow, dan lainnya.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×