kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.882   24,00   0,13%
  • IDX 6.038   -79,17   -1,29%
  • KOMPAS100 790   -4,20   -0,53%
  • LQ45 596   -2,80   -0,47%
  • ISSI 210   -2,65   -1,25%
  • IDX30 337   -1,37   -0,41%
  • IDXHIDIV20 413   -2,62   -0,63%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,71%
  • IDXQ30 108   -0,31   -0,29%

Saham Publik Sisa 0,04%, Protelindo Pertimbangkan Status Perusahaan Terbuka SUPR


Rabu, 23 Februari 2022 / 21:07 WIB
ILUSTRASI. Menara telekomunikasi PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR).


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemegang saham pengendali PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) masih mempertimbangkan status perusahaan terbuka SUPR. Pasalnya, saat Protelindo melakukan tender offer wajib setelah mengakuisisi SUPR, banyak investor publik yang menjual kepemilikannya.

Alhasil, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) tersebut kini menggenggam kepemilikan di SUPR hingga 99,96%. Porsinya bertambah 5,93% dari persentase kepemilikan usai akuisisi yang sebesar 94,03%. Sementara itu, porsi kepemilikan masyarakat saat ini hanya 0,04% dari sebelumnya 5,97%.

Wakil Direktur Utama PT Sarana Menara Nusantara Tbk Adam Gifari mengatakan, saat ini Protelindo masih mempertimbangkan opsi-opsi yang ada.

Jika ingin tetap tercatat, SUPR masih memiliki waktu dua tahun untuk melakukan refloat agar tetap memenuhi persyaratan minimal persentase kepemilikan publik, yakni 7,5%.

"Kalau nanti delisting, kami akan ikut peraturan saja,"  ucap Adam saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (23/2).

Baca Juga: Optimistis, Sarana Menara Nusantara (TOWR) Targetkan Pendapatan Naik 20% di Tahun Ini

Menurut Adam, saat ini Protelindo masih fokus untuk menjalankan operasional dan mengembangkan bisnis SUPR. Oleh karena itu, opsi-opsi yang ada terkait status perusahaan terbuka SUPR masih dipertimbangkan.

Sebagai informasi, perdagangan saham SUPR sempat terkena suspensi pada Senin (21/2) di pasar reguler dan pasar tunai. Penghentian perdagangan sementara ini terjadi karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

Kenaikan sangat signifikan baru terlihat mulai tanggal 11 Februari 2022, lalu berlanjut pada 14-18 Februari 2022.

Secara berurutan, saham SUPR meningkat 19,94%, 19,90%, 19,96%, 19,96%, 20,00%, dan 19,95% sehingga secara akumulasi naik 119,71% pada periode tersebut.

Meksipun begitu, pada Selasa (22/2), suspensi SUPR dicabut sehingga sahamnya kembali bisa diperdagangkan. Kenaikan signifikan pun berlanjut lagi.

Dalam dua hari terakhir sampai dengan Rabu (23/2), harga SUPR secara akumulasi melesat 39,97% menjadi Rp 70.975 per saham.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×