Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Kinerja saham konglomerasi di awal 2026 bergerak variatif. Rotasi sektor, sentimen global, hingga peluang masuk MSCI jadi faktor utama penentu arah harga saham.
Pergerakan harga saham emiten-emiten konglomerasi menunjukkan dinamika yang beragam pada awal 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh rotasi sektor, sentimen global, hingga faktor fundamental masing-masing emiten. Meski demikian, secara umum saham konglomerasi masih menyimpan prospek menarik dengan karakter yang berbeda-beda.
Sejumlah saham konglomerasi tercatat mampu mencetak kenaikan signifikan, sementara sebagian lainnya justru mengalami koreksi setelah reli agresif pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Produksi Batubara RI Dipangkas, Begini Prospek Indo Tambangraya Megah (ITMG)
Berikut ringkasan perkembangan harga saham konglomerasi:
Ringkasan Kinerja Saham Konglomerasi Awal 2026 (YTD):
-
Grup Sinar Mas
-
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): naik 7,36%
-
PT Sinar Mas Agro Resources Tbk (SMAR): naik 19,47%
-
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM): naik 12,97%
-
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP): naik 20,80%
-
-
Grup Lippo
-
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR): melonjak 50,59%
-
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK): naik 36,97%
-
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA): naik 11,48%
-
Baca Juga: Dana Asing Keluar dari Pasar Saham, Ini Dampaknya ke IHSG
-
Grup Salim
-
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF): naik 1,12%
-
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP): naik 3,10%
-
PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP): naik 6,14%
-
PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP): naik 1,26%
-
-
Grup Prajogo Pangestu
-
PT Barito Pacific Tbk (BRPT): turun 13,79%
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): turun 1,81%
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): turun 4,21%
-
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA): turun 13,70%
-
-
Grup Bakrie
-
PT Bumi Resources Tbk (BUMI): turun 17,14%
-
PT Darma Henwa Tbk (DEWA): turun 11,33%
-
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): turun 7,32%
-
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS): naik 4,24%
-
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR): melonjak 35,25%
-
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): naik 20,71%
-
Tonton: Komisi Reformasi Bahas Gagasan Polri di Bawah Kementerian
Pengamat Pasar Modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menilai perbedaan kinerja saham konglomerasi dipicu oleh rotasi sektor dan pergerakan harga komoditas global. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menambahkan bahwa kualitas laba, arus kas, serta valuasi menjadi faktor pembeda utama.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su, menilai potensi masuk indeks MSCI juga memengaruhi pergerakan harga saham konglomerasi, meski kerap diikuti aksi ambil untung.
Ke depan, analis sepakat saham konglomerasi masih memiliki daya tarik sepanjang 2026, terutama yang bergerak di sektor defensif, konsumsi, energi terintegrasi, dan infrastruktur, seiring investor yang semakin selektif terhadap risiko.
Selanjutnya: Microsoft 365 Sempat Down, Ribuan Pengguna Terdampak
Menarik Dibaca: Promo PSM Alfamart 23 Januari 2026, Sunlight-SilverQueen Hemat Banyak!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













