kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Saham Gaya Abadi Sempurna (SLIS) bisa ditransaksikan lagi mulai Senin (21/10)


Sabtu, 19 Oktober 2019 / 05:55 WIB

Saham Gaya Abadi Sempurna (SLIS) bisa ditransaksikan lagi mulai Senin (21/10)
ILUSTRASI. Sepeda motor listrik milik SELIS dipamerkan dalam acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE-BSD, Banten, Sabtu (6/8/2018). TRIBUNNEWS/DANY PERMANA

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi perdagangan saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) setelah cooling down sehari, Jumat (18/10) lalu. Saham emiten kendaraan listrik ini disetop untuk cooling down setelah mencatat kenaikan harga kumulatif yang signifikan.

"Suspensi atas perdagangan saham Gaya Abadi Sempurna (SLIS) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 21 Oktober 2019," ungkap BEI dalam pengumuman bursa, Jumat (17/10).

BEI menyetop perdagangan saham SLIS setelah emiten baru ini ini masuk kategori unusual market activity (UMA) pada Selasa (15/10) lalu. Setelah itu, harga saham SLIS tetap melaju.

Baca Juga: Terbang 965% dalam 9 hari, saham Gaya Abadi Sempurna (SLIS) kena suspend

Pada perdagangan Kamis (17/10), harga saham emiten pemilik merek Selis ini melonjak 25% ke Rp 1.225 per saham. Ini adalah harga tertinggi saham SLIS sejak pencatatan saham perdana 7 Oktober lalu, atau hampir dalam dua pekan.

Dalam kenaikan sembilan hari perdagangan, harga saham SLIS meroket hingga 965% dari harga IPO yang sebesar Rp 115 per saham.

Baca Juga: IHSG Hijau, Saham SLIS Lagi-Lagi Cetak Untung Paling Tinggi, Kamis (17/10)

Sekadar informasi, Gaya Abadi Sempurna menargetkan penjualan Rp 408 miliar tahun ini, meningkat 38,5% jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu Rp 294,68 miliar. Emiten ini akan menggunakan dana IPO untuk pembelian bahan baku impor dan pinjaman anak usaha yang memproduksi kendaraan listrik.

SLIS menargetkan produksi 48.000-50.000 kendaraan listrik berupa sepeda listrik dan motor listrik dengan merek Selis. Target ini meningkat dari volume penjualan tahun lalu sekitar 30.000 unit.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×