kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

Saham emiten migas mulai menghijau terangkat kenaikan harga minyak


Selasa, 19 Mei 2020 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Setelah sempat terpuruk di level terendah, harga minyak dunia kembali merangkak.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah sempat terpuruk di level terendahnya sepanjang masa, yakni di bawah level US$ 0 per barel, harga minyak dunia kembali merangkak. Selasa (19/5), harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) pengiriman Juni 2020 menguat 13% ke level US$ 33,32 per barrel.

Bersamaan, harga saham emiten yang berkaitan dengan minyak dan gas (migas) juga mulai merangkak naik. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) misalnya. Meski hari ini terkoreksi 0,82%, dalam sebulan perdagangan saham MEDC mulai naik 8,07%.

Saham anak perusahaan PT Pertamina, yakni PT Elnusa Tbk (ELSA) juga menguat 5,10% dalam sebulan perdagangan. Tidak ketinggalan, saham emiten yang bergerak di bidang distribusi bahan bakar minyak (BBM), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bahkan melesat 21,28% dalam sebulan perdagangan.

Baca Juga: Harga minyak tertekan aksi ambil untung, Brent turun 0,6% dan WTI naik tipis 0,4%

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso mengamini, naiknya saham-saham emiten migas seiring mulai bangkitnya harga minyak mentah dunia. “Kenaikan harga minyak kembali memberikan sentimen terhadap emiten yang berkenaan dengan industri migas,” ujar Aria kepada Kontan.co.id, Selasa (19/5). Proyeksi dia, harga minyak bisa kembali ke kisaran US$ 40 per barel tahun ini.

Andy Wibowo Gunawan, Analis Mirae Sekuritas mengatakan, harga minyak WTI membutuhkan katalis positif yang lebih kuat, terutama dari sisi permintaan untuk mendorong harganya dalam waktu dekat. Dia memperkirakan harga minyak WTI akan diperdagangkan mixed sepanjang minggu ini.

Mengingat adanya beberapa rilis data dan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC), Andy memperkirakan harga komoditas yang berada dalam cakupannya akan bergerak di harga yang kurang menarik minggu ini. “Dengan demikian, hemat kami investor dapat bermain dengan saham terkait komoditas menggunakan perspektif jangka pendek,” papar Andy.

Baca Juga: Ini rincian alokasi belanja negara senilai Rp 427,46 triliun untuk pemulihan ekonomi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×