kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.699   14,00   0,08%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Saham beragam, Dow Jones hanya terpeleset 0,1%


Selasa, 17 Agustus 2010 / 07:09 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Bursa AS ditutup menurun tipis kemarin malam (16/8). Adanya data yang beragam membuat posisi indeks stabil. Saham yang mengalami kenaikan kali ini banyak didominasi oleh saham-saham berbasis teknologi.

Salah satu saham yang mengalami lonjakan tertinggi antara lain EBay Inc dengan kenaikan mencapai 2,6%. Berkembang rumor kalau layanan Pay
Pal bakal digunakan pada smartphone milik Google Inc. Kenaikan juga dialami oleh Newmont Mining Corp sebesar 1,8% seiring melonjaknya harga emas ke level tertinggi dalam enam minggu.

Kendati begitu, ada pula saham yang mengalami penurunan tajam. Beberapa diantaranya yakni Washington Post Co dan Corinthian Colleges Inc yang melorot setidaknya 8,1%. Anjloknya kedua saham ini disebabkan adanya kekhawatiran investor kalau perusahaan tersebut tidak akan menerima lagi program bantuan dari pemerintah.

Pada sesi penutupan pukul 16.00 sore, S&P 500 naik tipis 0,1% menjadi 1.079,38. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average turun kurang dari 0,1% ke posisi 10.302,01.

"Saat ini kita berada di periode transisi. Musim kinerja terbukti solid meskipun data global terlihat beragam. Jika dalam beberapa hari ke depan ada data ekonomi yang positif, maka kondisi pasar akan berangsur-angsur membaik," papar Quincy Krosby, chief market strategist Prudential Financial Inc yang berbasis di New Jersey.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×