kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Saham bank cetak performa terbaik di 2018


Sabtu, 30 Desember 2017 / 17:00 WIB


Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan bursa tahun ini berakhir sudah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkali-kali mencetak rekor all time high. Di balik kenaikan itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) memberikan bobot terbesar terhadap IHSG, yakni 144,1 poin.

Selanjutnya, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berkontribusi 143,1 poin.Saham perbankan juga mendominasi indeks LQ45, dengan kenaikan tertinggi. Dari sepuluh saham LQ45 yang mencatat kenaikan tertinggi, lima di antaranya dari sektor perbankan.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, performa apik saham bank sepanjang tahun ini tak lepas dari fundamental industri perbankan. Net interest margin (NIM) bank rata-rata sekitar 5%. "Artinya, margin perbankan masih cukup lebar," ujar Aditya kemarin.

Tahun depan, investor juga melihat, prospek saham perbankan masih menarik. Apalagi, pertumbuhan kredit diramal naik sekitar 4% dibanding tahun ini. Valuasinya pun relatif masih murah. Rata-rata price to book value (PBV) saham perbankan sekitar 3,5 kali.

Kepala Riset Mirae Asset Sekuritas Taye Shim bilang, sentimen penurunan kualitas kredit perbankan tahun ini mulai pudar. "Sentimen tersebut mendorong saham sektor keuangan menjadi best performer, dengan kenaikan 33,2%," ungkap Taye.

Namun, Taye menilai, sentimen positif ini mulai pudar karena daya beli masyarakat lesu, sehingga minat debitur untuk mencari pinjaman rendah. Lalu, dari perspektif price earning ratio (PER), valuasi saham perbankan relatif mahal yakni 17,7 kali, mencerminkan 22,7% premium dari PER post global financial crisis rata-rata 14,4 kali

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×