kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Saham apa saja yang dihindari saat pembatasan sosial skala besar diterapkan?


Sabtu, 11 April 2020 / 07:53 WIB
ILUSTRASI. Investor mengamati pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (26/3).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wilayah DKI Jakarta mulai menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB). Alhasil, mobilitas masyarakat sedikit dibatasi dengan adanya status ini. Sebab, beberapa kegiatan seperti pendidikan, tempat kerja, hingga kegiatan keagamaan pun dibatasi.

Analis menilai, beberapa sektor akan mengalami pukulan hebat jika PSBB dan social distancing ini mulai diterapkan. Salah satunya emiten sektor perdagangan kecil (ritel).

Baca Juga: Menteng Heritage (HRME) tetap mengoperasikan hotelnya di masa PSBB

Analis Ciptadana Sekuritas Asia Robert Sebastian mengatakan, kinerja emiten ritel khusunya yang berhubungan dengan sandang seperti PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) akan tertekan selama penyebaran Covid-19 masih terjadi.

“Jika keadaannya seperti ini, masyarakat sudah tidak berpikir untuk membeli pakaian, karena masyarakat lebih memikirkan sesuatu untuk menyambung hidup,” ujar Robert kepada Kontan.co.id, Kamis (9/4).

Masyarakat pun lebih cenderung mengeluarkan uangnya untuk keperluan bahan pokok dan produk kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dan obat-obatan. Lebih lanjut, persaingan dengan toko online juga turut menjegal emiten ritel konvensional seperti LPPF.

Baca Juga: PSBB diterapkan Jumat 10 April 2020 di Jakarta, ini sektor yang akan raup untung

Untuk diketahui, LPPF sendiri telah menutup seluruh gerainya terhitung mulai 30 Maret 2020 hingga 14 hari ke depan seiring pencegahan Covid-19. Robert memperkirakan, peritel yang lain akan melakukan hal yang sama apabila kondisi semakin memburuk.




TERBARU

[X]
×