kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rupiah unggul tipis didukung cadev


Selasa, 10 Oktober 2017 / 18:19 WIB


Reporter: Dimas Andi | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah unggul tipis terhadap dollar AS pada perdagangan Selasa (10/10).

Di pasar spot, nilai tukar rupiah ditutup menguat 6 poin atau 0,04% ke level Rp 13.512 per dolar Amerika Serikat (AS). Kurs tengah Bank Indonesia (BI) juga menunjukkan, mata uang Garuda terapresiasi 0,09% menjadi Rp 13.491 per dollar AS.

Analis Pasar Uang Bank Mandiri, Reny Eka Putri menilai, penguatan rupiah hari ini ditopang data cadangan devisi dalam negeri bulan September yang naik dari bulan sebelumnya.

Sebagai informasi, BI mencatat cadangan devisa Indonesia per 30 September mencapai US$ 129,4 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dari bulan Agustus lalu yang tercatat US$ 128,7 miliar. Rupiah unggul juga ditopang data penjualan ritel yang meningkat.

Dari luar negeri, adanya peningkatan ketegangan di Semenanjung Korea justru menekan dolar AS. Selain itu, karena posisi dolar AS sedang kurang menarik dalam jangka pendek, pasar beralih pada mata uang emerging market. “Rupiah termasuk di dalamnya,” kata Reny.

Research & Analyst Monex Investindo Putu Agus Pransuamitra, setuju rupiah bisa saja menguat karena pasar beralih ke mata uang emerging market. Namun, terkait hal itu, ia menyarankan agar publik perlu melihat data lanjutan sebagai indikator.

“Mungkin bisa dilihat apakah asing melakukan net buy di pasar obligasi. Jika iya, maka ada indikasi bahwa rupiah menarik di mata mereka,” ungkapnya.

Putu menambahkan, besok, akan ada agenda berupa pidato dari dua pejabat The Fed mengenai indikasi kenaikan suku bunga Amerika. Meski begitu, ia menilai hal tersebut belum akan berpengaruh banyak terhadap gerak rupiah. "Soalnya masih ada keraguan apakah suku bunga AS benar-benar akan naik atau tidak," tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×