kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Rupiah tertopang data PDB


Kamis, 06 Februari 2014 / 07:00 WIB
ILUSTRASI. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Otot rupiah kembali menguat. Kemarin, di pasar spot, pasangan USD/IDR turun tipis 0,07% di banding hari sebelumnya ke 12.194. Di, kurs tengah Bank Indonesia (BI), dollar AS turun 0,62% menjadi 12.178.

Analis Divisi Treasury BNI, Raditya Ariwibowo bilang, rupiah menguat, lantaran adanya rilis pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2013 yang mencapai 5,72%, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya, yaitu hanya 5,62%.

Selain itu, rupiah tertopang sentimen lelang surat utang negara (SUN) yang mencapai Rp 15 triliun, melebihi target Rp 10 triliun. "Artinya, respon investor dianggap cukup menarik," ujar Raditya.

Analis Monex Investindo Futures Albertus Christian menyebut, penguatan rupiah juga didukung faktor eksternal di mana ada kestabilan di negara Turki dan Argentina pasca keputusan tapering off oleh The Fed.

Ia menduga, hari ini, rupiah mungkin sedikit tertekan, karena imbas tapering off AS. Pergerakannya agak lebar, karena mendekati akhir pekan, yaitu di kisaran 12.140-12.260.

Sementara, Raditya menduga, rupiah akan menguat, namun terbatas di kisaran 12.150-12.240.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×