kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah tertopang data PDB


Kamis, 06 Februari 2014 / 07:00 WIB
Rupiah tertopang data PDB
ILUSTRASI. Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)


Reporter: Yuliani Maimuntarsih | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Otot rupiah kembali menguat. Kemarin, di pasar spot, pasangan USD/IDR turun tipis 0,07% di banding hari sebelumnya ke 12.194. Di, kurs tengah Bank Indonesia (BI), dollar AS turun 0,62% menjadi 12.178.

Analis Divisi Treasury BNI, Raditya Ariwibowo bilang, rupiah menguat, lantaran adanya rilis pertumbuhan domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal IV-2013 yang mencapai 5,72%, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya, yaitu hanya 5,62%.

Selain itu, rupiah tertopang sentimen lelang surat utang negara (SUN) yang mencapai Rp 15 triliun, melebihi target Rp 10 triliun. "Artinya, respon investor dianggap cukup menarik," ujar Raditya.

Analis Monex Investindo Futures Albertus Christian menyebut, penguatan rupiah juga didukung faktor eksternal di mana ada kestabilan di negara Turki dan Argentina pasca keputusan tapering off oleh The Fed.

Ia menduga, hari ini, rupiah mungkin sedikit tertekan, karena imbas tapering off AS. Pergerakannya agak lebar, karena mendekati akhir pekan, yaitu di kisaran 12.140-12.260.

Sementara, Raditya menduga, rupiah akan menguat, namun terbatas di kisaran 12.150-12.240.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×