Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah masih belum mampu bangkit di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (7/1/2026).
Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 16.780 per dolar AS, melemah 0,13% dibandingkan penutupan sesi sebelumnya di Rp 16.758. Sejalan dengan itu, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.785 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan bahwa pelemahan rupiah sejalan dengan tekanan yang dialami mata uang regional dan global lainnya di tengah penguatan dolar AS.
Ekspektasi tersebut membuat aliran dana asing cenderung lebih berhati-hati, sehingga menambah tekanan pada pergerakan rupiah
Baca Juga: Harga Emas Masih Tinggi, Investor Sebaiknya Ambil Langkah Ini
“Rupiah sendiri juga masih tertekan oleh prospek pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI),” jelas Lukman kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).
Untuk proyeksi pergerakan esok hari, Kamis (8/1/2026), Lukman bilang tren pelemahan rupiah diperkirakan masih berlanjut setidaknya hingga data-data ekonomi utama dirilis. Pergerakan rupiah akan sangat dipengaruhi oleh hasil rilis data ekonomi AS.
Apabila data AS menunjukkan pelemahan, hal tersebut berpotensi meredakan tekanan terhadap rupiah. Di sisi lain, sentimen positif juga dapat datang dari dalam negeri apabila data cadangan devisa dan indeks kepercayaan konsumen Indonesia menunjukkan perbaikan.
Untuk perdagangan Kamis (8/1/2026), Lukman membidik rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan masih berada di bawah tekanan, yakni di kisaran Rp 16.700 – Rp 16.850 per dolar AS.
Baca Juga: IHSG Naik 0,13% ke 8.944, Top Gainers LQ45: INCO, ANTM dan ADRO, Rabu (7/1)
Selanjutnya: Harga Emas Masih Tinggi, Investor Sebaiknya Ambil Langkah Ini
Menarik Dibaca: KAI Layani 4,17 Juta Pelanggan Selama Nataru, 75% Tiket Dibeli Lewat Access by KAI
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













