kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Rupiah terimbas ekonomi China


Selasa, 05 Januari 2016 / 06:36 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah keok pada perdagangan awal tahun 2016. Tekanan terhadap rupiah disinyalir berlanjut, karena efek memburuknya ekonomi China dan ekspektasi penurunan suku bunga Bank Indonesia alias BI rate.

Senin (4/1), di pasar spot, rupiah melemah 0,82% ke Rp 13.943 per dollar AS. Kurs tengah BI mencatat, rupiah terdepresiasi 0,74%, menjadi Rp 13.898 per dollar AS. Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto menyebut, meski inflasi Desember naik, inflasi tahunan masih sesuai target BI.

"Pasar menilai, sudah saatnya BI memangkas suku bunga. Ekspektasi ini melemahkan rupiah," ujarnya.

Agus Chandra, Research and Analyst Monex Investindo Futures, bilang, sebagai mata uang kawasan Asia, rupiah juga terimbas memburuknya perekonomian China.

Agus menduga, pelemahan rupiah berlanjut hari ini (5/1). Apalagi, dollar berpeluang mendapat sokongan data ekonomi. Prediksinya, rupiah bergulir antara Rp 13.700- Rp 14.000 per dollar AS.

Rully sependapat, ekspektasi pemangkasan BI rate dan efek China bakal menganggu iklim investasi Indonesia. Dus, rupiah bakal tertekan. Hari ini, rupiah diproyeksikan antara Rp 13.815-Rp 13.900 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×