kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah terangkat sentimen The Fed


Sabtu, 21 September 2013 / 07:05 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/pras.


Reporter: Agus Triyono, Sunarti Agustina | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Rupiah terkoreksi di akhir pekan ini. Pasangan USD/IDR di pasar spot, Jumat (20/9), naik 1,78% menjadi 11.041 dibanding sehari sebelumnya. Dollar AS di kurs tengah BI juga menguat 0,65% menjadi 11.352. Tapi, dalam sepekan, kurs rupiah di pasar spot menguat 1,70% dan di kurs tengah BI, rupiah naik 0,37%.      

Lana Soelistianingsih, ekonom Universitas Indonesia mengatakan, sepekan ini, rupiah sedikit terangkat oleh keputusan The Fed yang belum akan memangkas besaran stimulus moneter AS. Penguatan lain juga ditopang oleh aliran modal asing masuk ke dalam negeri. "Namun, karena permintaan dollar AS di dalam negeri masih tinggi, penguatan rupiah tidak lama," ujar dia.

Albertus Christian, analis Monex Investindo Futures menambahkan, pergerakan rupiah pekan ini menguat di banding pekan lalu. Pekan depan, data pertumbuhan manufaktur kawasan Eropa dan AS akan mempengaruhi pergerakan rupiah. Proyeksi Lana, rupiah di pekan depan bergerak di 11.000-11.500 per dollar AS. Prediksi Albertus, rupiah menguat di kisaran 10.400- 11.300 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×