kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah menyoroti data inflasi


Selasa, 01 November 2016 / 06:42 WIB
Rupiah menyoroti data inflasi


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah masih belum banyak gerak. Senin (31/10), kurs spot rupiah naik tipis 0,02% menjadi Rp 13.048 per dollar AS. Sementara menurut kurs tengah Bank Indonesia, kurs rupiah turun 0,02% menjadi Rp 13.051 per dollar AS.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede bilang, pergerakan rupiah memang cenderung flat. Maklum, terjadi tarik menarik sentimen antara eksternal dan internal. Misal, AS mengumumkan ekonominya di kuartal III-2016 tumbuh sebesar 2,9%.

“Jelas ini jadi kekuatan bagi dollar AS,” ungkap Josua.

Tapi dollar tidak bisa menguat tajam lantaran pasar menunggu data inflasi Indonesia. Bila inflasi tetap rendah, maka rupiah bisa unggul.

Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures, menilai data ekonomi AS akan mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan. Selain itu, harga minyak juga akan berpengaruh. Jika minyak terus terkoreksi, rupiah akan merosot.

Josua memprediksi nilai tukar rupiah hari ini (1/11) bergerak di kisaran Rp 13.000–Rp 13.075 per dollar AS. Sedangkan Wahyu menganalisa rupiah akan bergerak di antara Rp 12.950–Rp 13.150 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×