kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45713,17   19,32   2.78%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Rupiah menguat, saham-saham ini yang diuntungkan


Selasa, 14 Januari 2020 / 07:58 WIB
Rupiah menguat, saham-saham ini yang diuntungkan
ILUSTRASI. Petugas menghitung uang pecahan 100 dolar Amerika Serikat di salah satu money changer di Jakarta, Senin (13/1). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan di pasar spot menguat ke level Rp 13.673 per dolar AS. Rupiah menguat 0,72% dib

Reporter: Kenia Intan | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada penutupan di pasar spot Senin (13/1), rupiah masih melanjutkan penguatan dari pekan sebelumnya. Asal tahu saja, pada  Jumat (10/1), rupiah berada pada level Rp 13.675. Hari ini, rupiah menguat 0,72% ke level Rp 13.673 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan penguatan ini menjadi sentimen positif bagi emiten yang menggunakan dolar sebagai beban Harga Pokok Penjualan (HPP) atau importir.

"Karena dengan menguatnya rupiah terhadap dolar, saham-saham ini berpotensi mengurangi biaya2 dan meningkatkan keuntungan emiten tersebut," kata Hendriko ketka dihubungi Kontan.co.id, Senin (13/1).

Baca Juga: Otot rupiah paling kuat di Asia, berikut penjelasan dua ekonomi ini

Adapun Hendriko menyarankan investor untuk melirik sektor-sektor property dan konstruksi. Di antaranya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan target teknikal di Rp 1.560 hingga Rp 1.650, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) dengan target teknikal di Rp 2.400.

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dengan target teknikal Rp 1.070 hingga Rp 1.100, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan  target teknikal Rp  600 hingga Rp 610.

Sementara itu, Analis Oso Sekuritas Sukarno Alatas melihat penguatan rupiah akan menguntungkan bagi emiten-emiten yang  bisnisnya bergantung pada impor.

Di antaranya, emiten farmasi seperti PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) yang bergantung pada impor bahan baku. Penguatan rupiah akan menekan biaya bahan bakunya menjadi lebih murah. 

Selain itu, ada pula emiten otomotif seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), sebab bahan-bahan atau spare part-nya merupakan barang impor. 

Baca Juga: Tahun ini, rupiah berpeluang mendekati level Rp 12.000

Tidak ketinggalan, industri ritel seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) juga  mengalami keuntungan, karena harga jual produknya menjadi lebih fleksibel.

"Saran, bisa memanfaatkan trading buy pada saham-saham tersebut.  Untuk target, saya lebih ke potensial upside saja 5% hingga 10%," kata Sukarno ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (13/1). 

Ia juga menyarankan untuk memperhatikan pergerakan teknikal saham-saham tersebut jika akan entry, buy, atau sell saham. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×