kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -156,98   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,92   -2,21%
  • LQ45 715   -12,22   -1,68%
  • ISSI 251   -5,79   -2,25%
  • IDX30 388   -5,09   -1,29%
  • IDXHIDIV20 482   -4,99   -1,02%
  • IDX80 109   -2,30   -2,06%
  • IDXV30 133   -1,46   -1,08%
  • IDXQ30 127   -1,38   -1,07%

Rupiah mengantisipasi Pemilu Yunani


Senin, 26 Januari 2015 / 07:09 WIB
ILUSTRASI. Kementerian ESDM menargetkan peningkatan produksi batubara nasional memasuki semester II 2023. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah masih berpotensi menguat. Namun, pergerakannya mulai terbatas, para pelaku pasar mengantisipasi situasi politik di Yunani. Jumat (23/1), rupiah di pasar spot turun 0,23% menjadi Rp 12.459 per dollar AS. Stimulus di Eropa menyumbang sentimen positif bagi rupiah.

Analis pasar uang Bank Mandiri Tbk, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan, stimulus Bank Sentral Eropa (ECB) menambah likuiditas di pasar global. "Ini penyeimbang saat Bank Sentral AS berencana menaikkan suku bunga," tuturnya, kemarin.

Pasar domestik juga kondusif. Sepanjang Januari, capital inflow di pasar obligasi negara senilai Rp 16 triliun. Rully menduga, hari ini, rupiah masih terapresiasi.

Namun, Head of Research and Analysis Division Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menduga, penguatan rupiah di jangka pendek akan terhambat. Investor akan mengantisipasi hasil pemilu Yunani, dengan beralih ke mata uang safe haven, seperti dollar AS. "Tapi, rupiah akan menguat lagi karena pasar kembali fokus pada stimulus ECB," paparnya.

Prediksi Ariston, hari ini, rupiah bergerak antara Rp 12.350-Rp 12.500. Prediksi Rully, rupiah menguat dalam range Rp 12.375-Rp 12.435.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×