kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah menekan harga SUN


Senin, 22 Februari 2016 / 14:31 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pelemahan kinerja mata uang Garuda menyeret pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (19/2).

Akhir pekan lalu, rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price terperosok 0,14% dibandingkan hari sebelumnya ke level 108,79.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menuturkan, penurunan harga obligasi negara di pasar sekunder akhir pekan lalu terjadi di tengah meningkatnya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Pada Jumat (19/2) di pasar spot, rupiah melemah 0,04% dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 13.508,5 per dollar AS.

"Perubahan harga tersebut mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil SUN seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 2,4 bps pada level 7,78% dan kenaikan imbal hasil seri acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 6,6 bps pada level 8,06%," tukasnya.

Jika harga obligasi naik, yieldnya bakal terseret. Sebaliknya, ketika harga obligasi menyusut, yieldnya akan terangkat.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×