kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.979   -34,00   -0,19%
  • IDX 5.880   135,32   2,36%
  • KOMPAS100 766   21,62   2,91%
  • LQ45 581   15,32   2,71%
  • ISSI 204   4,46   2,23%
  • IDX30 328   7,91   2,47%
  • IDXHIDIV20 404   9,76   2,47%
  • IDX80 87   2,27   2,69%
  • IDXV30 110   2,62   2,44%
  • IDXQ30 106   2,65   2,57%

Rupiah menekan harga SUN


Senin, 22 Februari 2016 / 14:31 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pelemahan kinerja mata uang Garuda menyeret pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (19/2).

Akhir pekan lalu, rata-rata harga obligasi pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price terperosok 0,14% dibandingkan hari sebelumnya ke level 108,79.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menuturkan, penurunan harga obligasi negara di pasar sekunder akhir pekan lalu terjadi di tengah meningkatnya tekanan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Pada Jumat (19/2) di pasar spot, rupiah melemah 0,04% dibandingkan hari sebelumnya ke level Rp 13.508,5 per dollar AS.

"Perubahan harga tersebut mendorong terjadinya kenaikan imbal hasil SUN seri acuan dengan tenor 5 tahun sebesar 2,4 bps pada level 7,78% dan kenaikan imbal hasil seri acuan dengan tenor 10 tahun sebesar 6,6 bps pada level 8,06%," tukasnya.

Jika harga obligasi naik, yieldnya bakal terseret. Sebaliknya, ketika harga obligasi menyusut, yieldnya akan terangkat.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×