kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Rupiah mencatat pelemahan terbesar dalam 2 pekan


Selasa, 10 Juli 2012 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengadakan konferensi pers di 10 Downing Street, menandai peringatan penguncian pertama akibat penyakit Covid-19 di Inggris, di London, Inggris, Selasa (23/3/2021).


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah mencatatkan pelemahan terbesar dalam dua pekan terakhir hari ini (10/7). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, pada pukul 09.17, mata uang Garuda melemah 0,4% menjadi 9.445 per dollar AS. Ini merupakan pelemahan terbesar sejak 26 Juni lalu.

Pelemahan rupiah terjadi setelah harga obligasi pemerintah menurun seiring kecemasan investor mengenai krisis utang Eropa. Dampak krisis Eropa sudah mulai terlihat di Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprediksi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II akan melambat menjadi 6,3% atau kurang. Angka tersebut lebih rendah dari estimasi Bank Indonesia pada 12 Juni lalu yang berkisar 6,3%-6,7%.

"Masalah pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi kecemasan utama investor. Namun, sepertinya bakal ada stimulus dari segi fiskal dibanding dari segi moneter," papar Gundy Cahyadi, ekonom Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura.

Dia memprediksi, dalam dua bulan ke depan, rupiah masih akan tertekan seiring defisit neraca perdagangan dan tingginya permintaan dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×