kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah menanti presiden baru


Senin, 06 Oktober 2014 / 06:48 WIB
Rupiah menanti presiden baru
ILUSTRASI. Link dan jadwal sidang isbat Lebaran 2023 pun bisa disimak di sini. ANTARA FOTO/David Muharmansyah/wsj.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

AKARTA. Nilai tukar rupiah makin melemah. Di pasar spot (3/10), rupiah versus dollar Amerika Serikat (AS) terdepresiasi 0,23% dari hari sebelumnya ke 12.178. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) memperlihatkan rupiah tergerus 0,65% ke 12.144.

Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan, neraca perdagangan Indonesia kuartal III-2014 yang masih defisit memberi tekanan terhadap rupiah.

Sedangkan dari eksternal, data ekonomi AS mendorong USD menguat. Reny bilang, rupiah masih akan melemah. Pasar menunggu pelantikan presiden terpilih Joko Widodo. Selain berharap ekonomi Indonesia menjadi lebih baik, investor menginginkan pemerintahan baru berjalan dengan aman.

Sebelumnya UU Pilkada dan pemilihan ketua parlemen menjadi sentimen negatif. Sementara, analis Monex Investindo Futures Albertus Christian melihat rupiah berpotensi menguat. Pasalnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) yang membatalkan UU Pilkada yang telah disahkan parlemen.

Hari ini, Chistian memperkirakan rupiah bergulir di 12.000-12.175. Prediksi Reny, rupiah bergerak di 12.000-Rp12.185.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×