kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah menanti data inflasi


Senin, 03 Agustus 2015 / 06:00 WIB


Reporter: Dwi Nicken Tari | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Rupiah berpotensi rebound pada Senin (3/8), asalkan inflasi Indonesia turun sesuai ekspektasi. Di pasar spot, Jumat (31/7) posisi rupiah terhadap USD melemah 0,6% ke 13.539 dibandingkan hari sebelumnya. Begitu pula di kurs tengah rupiah di Bank Indonesia terkoreksi 0,09% ke posisi 13.481.

David Sumual, Ekonom Bank Central Asia (BCA) menyebutkan, mata uang negara emerging market akhir pekan lalu melemah semua karena prospek kenaikan suku bunga The Fed. "Data PDB AS tidak sesuai ekspektasi, tapi lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya semakin meyakinkan investor," ujar David.

Analis PT Monex Investindo Futures Agus Chandra menyebutkan, pelemahan rupiah lebih akibat faktor eksternal, yaitu ketidakpastian kenaikan bunga The Fed. "Jika jadi naik, rupiah berpeluang Rp 14.000," kata Agus.

Ia menduga, rupiah bisa saja menguat, jika data inflasi Indonesia pada Senin (3/8) sesuai prediksi, yakni turun ke 7,09% dibandingkan periode sebelumnya di 7,26%. Hari ini, Agus memprediksi rupiah bergerak di atas level 13.400 per dollar. David menduga Senin (3/8), rupiah cenderung rebound 13.450–13.520, karena sudah melemah cukup dalam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×