kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Rupiah melemah lagi


Kamis, 20 Juni 2013 / 07:55 WIB
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). Filipina Minta Pemerintah Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batubara.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah masih terkukung masa sulit. Kemarin (19/6), USD/IDR ditutup menguat 1,19% ke 10.026 di pasar spot. Kurs tengah dollar Amerika Serikat di Bank Indonesia juga naik 0,03% menjadi 9.908.

Head of Research Divisi Treasury Bank BNI, Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, pergerakan rupiah, kemarin, dipengaruhi oleh sentimen pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan nasib quantitative easing. "Jika stimulus dilanjutkan, major currency akan menguat. Jika stimulus dihentikan atau dikurangi, dollar AS akan menguat dan memukul rupiah," tutur dia. Ia menduga, rupiah akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Head of Research and Analysis Division Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra bilang, belum jelasnya keputusan The Fed menyebabkan pelaku pasar keluar untuk mengamankan aset. Rupiah makin sulit menanjak karena ketidakpastian kenaikan harga BBM. Menurut Ariston, rupiah masih tertekan karena banyak perusahaan memiliki utang jatuh tempo di tengah tahun. Ariston memprediksi, USD/IDR akan bergerak 9.820-10.080, hari ini. Nurul menduga, pasangan USD/IDR bertengger di 9.880-9.925.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×