kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah melemah lagi


Kamis, 20 Juni 2013 / 07:55 WIB
Rupiah melemah lagi
ILUSTRASI. Alat berat beroperasi di kawasan penambangan batu bara Desa Sumber Batu, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Rabu (8/7/2020). Filipina Minta Pemerintah Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batubara.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah masih terkukung masa sulit. Kemarin (19/6), USD/IDR ditutup menguat 1,19% ke 10.026 di pasar spot. Kurs tengah dollar Amerika Serikat di Bank Indonesia juga naik 0,03% menjadi 9.908.

Head of Research Divisi Treasury Bank BNI, Nurul Eti Nurbaeti menjelaskan, pergerakan rupiah, kemarin, dipengaruhi oleh sentimen pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan nasib quantitative easing. "Jika stimulus dilanjutkan, major currency akan menguat. Jika stimulus dihentikan atau dikurangi, dollar AS akan menguat dan memukul rupiah," tutur dia. Ia menduga, rupiah akan konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Head of Research and Analysis Division Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra bilang, belum jelasnya keputusan The Fed menyebabkan pelaku pasar keluar untuk mengamankan aset. Rupiah makin sulit menanjak karena ketidakpastian kenaikan harga BBM. Menurut Ariston, rupiah masih tertekan karena banyak perusahaan memiliki utang jatuh tempo di tengah tahun. Ariston memprediksi, USD/IDR akan bergerak 9.820-10.080, hari ini. Nurul menduga, pasangan USD/IDR bertengger di 9.880-9.925.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×