Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah. Mengutip Bloomberg Senin (4/5/2026) pukul 12.20 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,23% secara harian ke Rp 17.377 per dolar AS.
BRI Danareksa Sekuritas mencatat rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 2,08% secara bulanan atau month on month (MoM) dan telah anjlok sekitar 3,98% secara year to date (YtD). Di satu sisi, cadangan devisa tergerus US$ 8,9 miliar YoY ke US$ 148,2 miliar (terendah sejak Juli 2024).
“Menurut kami, tekanan masih dominan di kuartal II – 2026. Kisaran proyeksi kami Rp 17.000 –Rp 17.700, bias mid-range Rp 17.300 – Rp 17.500,” ujar BRI Danareksa Sekuritas dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: IHSG Menguat 0,17% ke 6.968 di Sesi Pertama, Top Gainers LQ45: AMRT, SCMA, ADMR
BRI Danareksa Sekuritas mengestimasikan setiap 1% depresiasi rupiah berkorelasi dengan sekitar 3% – 5% koreksi IHSG di fase tekanan. Serta setiap Rp 100 pelemahan dari Rp 17.000, estimasi outflow tambahan Rp 1,5 triliun – Rp 2,5 triliun per minggu di pasar saham.
“Rupiah lemah memicu double-loss bagi asing (capital loss + foreign exchange/FX loss) sehingga mempercepat aksi jual, terutama di saham likuid berkapitalisasi besar,” jelas BRI Danareksa Sekuritas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













