kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Rupiah masih rawan


Jumat, 28 Desember 2012 / 06:20 WIB
ILUSTRASI. Masyarakat berolahraga dengan menggunakan masker di Tangerang Selatan, Minggu (29/11).


Reporter: Agung Jatmiko, Dina Farisah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

JAKARTA. Rupiah akhirnya menguat. Di pasar spot, USD/IDR ditutup melemah 0,7% menjadi 9.731 dibanding dengan hari sebelumnya. Sementara kurs dollar AS di Bank Indonesia (BI) turun 0,22% menjadi 9.685.

Raditya Ariwibowo, analis Divisi Tresuri BNI mengatakan, adanya campur tangan aktif dari BI membuat rupiah bisa mengambil napas. Hari ini, sentimen yang menghinggapi pergerakan rupiah masih berasal dari global. Raditya menambahkan, di pasar dalam negeri, aliran dana asing di akhir tahun cenderung berkurang, sedangkan permintaan dollar AS semakin banyak.

Analis Monex Investindo Futures, Albertus Christian menuturkan, hari ini, sentimen global bercampur. Jepang akan merilis data belanja konsumen dan data ritel yang diprediksi membaik. Di sisi lain, produksi industri dan deflasi Jepang kian memburuk.

Meski banyak sentimen positif, pelaku pasar masih mencemaskan kebuntuan solusi jurang fiskal. Hal ini akan tetap melemahkan rupiah. BI juga akan menahan pelemahan rupiah lebih dalam.

Prediksi Albert, USD/IDR akan berada pada kisaran 9.700-9.800. Raditya memprediksi, rupiah masih melemah terbatas di kisaran 9.660-9.800.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×