kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.043   43,00   0,24%
  • IDX 5.756   -184,81   -3,11%
  • KOMPAS100 759   -26,85   -3,42%
  • LQ45 573   -15,86   -2,69%
  • ISSI 199   -6,72   -3,26%
  • IDX30 326   -8,30   -2,49%
  • IDXHIDIV20 404   -7,92   -1,92%
  • IDX80 86   -2,82   -3,18%
  • IDXV30 110   -3,07   -2,71%
  • IDXQ30 105   -2,46   -2,28%

Rupiah masih melemahkan harga SUN


Jumat, 25 November 2016 / 11:04 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tertekannya mata uang Garuda menyeret pergerakan harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan Kamis (24/11).

Mengacu Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) per Kamis (24/11), rata-rata harga obligasi pemerintah (INDOBeX Government Clean Price) merosot 0,39% dibandingkan hari sebelumnya ke level 109,23.

Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menjelaskan, koreksi harga obligasi negara kemarin masih dipengaruhi oleh faktor pelemahan nilai tukar rupiah. Di pasar spot, Kamis (24/11) nilai tukar rupiah merosot 0,50% di level Rp 13.558 per dollar AS dibanding hari sebelumnya.

"Penurunan harga SUN juga dipengaruhi oleh faktor kenaikan imbal hasil surat utang global sebagai respons investor atas hasil dari FOMC Minutes," terangnya.

Katalis negatif juga berasal dari rencana pemerintah Inggris untuk menerbitkan utang yang lebih banyak. Tujuannya, untuk memberikan stimulus di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut. Dengan koreksi harga yang terjadi pada perdagangan kemarin, maka harga SUN telah tertekan secara berturut-turut sejak tanggal 17 November 2016.

"Berlanjutnya aksi jual oleh investor asing menjadi faktor terus melemahnya harga SUN pasca pemilihan umum Presiden Amerika Serikat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×