kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah masih cenderung lemah


Kamis, 09 Januari 2014 / 07:50 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan setor tunai mandiri di kantor cabang BCA Thamrin Jakarta, Jumat (2/7). Bank Central Asia (BBCA) Berhasil Bukukan Kinerja Solid, Ini Rekomendasi Analis.


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Rupiah sedikit bertenaga. Di pasar spot, kemarin, pasangan USD/IDR turun 0,02% menjadi 12.235. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,26% menjadi Rp 12.229.

Analis PT Monex Investindo Futures, Daru Wibisono menilai, rupiah tersokong sentimen kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, penguatan rupiah hanya bersifat sementara. Kecenderungan penguatan dollar AS terhadap sejumlah mata uang akan membatasi gerak rupiah.

Daru memprediksi, hari ini, pergerakan rupiah dipengaruhi data ekonomi China dan Australia, karena Indonesia menjadi mitra dagang kedua negara itu. "Jika, data memburuk, berdampak pada pelemahan rupiah. Berpotensi terjadi capital outflow," ujarnya.

Analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto menduga, rupiah masih akan melemah terhadap dollar AS. Sebab, defisit neraca perdagangan AS membaik pada November lalu. Pergerakan rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal.

Prediksi Rully, hari ini, rupiah cenderung bergerak melemah di kisaran 12.050-12.300. Sedangkan, Daru menduga, rupiah bergerak di 12.100-12.280, dengan potensi sideways.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×