kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.213
  • EMAS622.149 -0,48%

Rupiah kembali bertenaga berkat kebijakan kenaikkan BBM non subsidi

Rabu, 10 Oktober 2018 / 20:50 WIB

Rupiah kembali bertenaga berkat kebijakan kenaikkan BBM non subsidi
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah



Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca pengumuman kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi per Rabu (10/10), rupiah kembali bertenaga untuk pertama kalinya setelah terpuruk sejak pekan lalu. Mata uang Garuda pada penutupan di pasar spot berada di level Rp 15.209 per dollar AS atau menguat 0,19%. Begitu juga dengan data kurs tengah versi Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,12% menjadi Rp 15.215 per dollar AS. 

Kenaikkan BBM meliputi jenis Pertamax dan Dex series serta biosolar non PSO yang sudah berlaku sejak pukul 11.00 WIB. Sementara itu, kenaikkan untuk jenis Premium secara tiba-tiba ditunda sembari menunggu kesiapan dari PT Pertamina (Persero). 


Harga Pertamax dipatok menjadi Rp 10.400 per liter, Pertamax Turbo naik menjadi Rp 12.250 per liter, Pertamina Dex menjadi Rp 11.850 per liter, Dexlite naik menjadi Rp 10.500 per liter dan Biosolar non-PSO naik menjadi Rp 9.800 per liter.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto mengatakan pasar memberikan respon positif terhadap keputusan pemerintah ini. “Karena yang terekspos selama ini defisit transaksi berjalan kita. Itu (BBM) komponen impor terbesar, jadi ketika dinaikkan impor BBM non subsidi diharapkan dapat mempersempit defisit,” jelasnya. 

Penyesuaian harga BBM non subsidi oleh pemerintah kali ini dipicu oleh kenaikkan harga Brent dan Indonesia Crude Price (ICP).

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan terapresiasinya rupiah kali ini adalah hal yang wajar mengingat dollar sudah menguat terus-menerus terhadap berbagai mata uang dunia beberapa waktu belakangan ini. Terkoreksinya dollar AS secara teknikal Rabu (10/10) disebabkan oleh adanya aksi profit taking oleh pelaku pasar. “Pasar juga masih menunggu data inflasi AS minggu ini,” ujarnya.

Menurut Andri, rupiah diperkirakan tidak akan bergejolak terlalu tinggi, mengingat BI siap melakukan intervensi. Ia memproyeksikan rupiah akan stabil di Rp 15.150-Rp 15.200 per dollar AS. “Besok masih ada penguatan terbatas karena adanya koreksi dollar yang berlanjut,” lanjutnya. 

Sedangkan David memperkirakan mata uang Garuda berada di level Rp 15.150-Rp 15.230 per dollar AS.

Reporter: Disa Ayulia Agatha
Editor: Herlina Kartika

VALUTA

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0565 || diagnostic_web = 0.3895

Close [X]
×