kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah Jisdor melemah tipis ke Rp 14.237 per dolar AS pada Jumat (19/11)


Jumat, 19 November 2021 / 15:55 WIB
ILUSTRASI. Rupiah Jisdor melemah tipis 0,04% ke Rp 14.237 per dolar AS di akhir pekan ini


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia kembali melemah di akhir pekan. Jumat (19/11), rupiah Jisdor berada di level Rp 14.237 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah Jisdor melemah tipis 0,04% dibanding hari sebelumnya yang berada di Rp 14.231 per dolar AS. pergerakan rupiah Jisdor sejalan dengan rupiah spot yang sudah ditutup melemah 0,08% ke Rp 14.232 per dolar AS.

Hingga pukul 15.47 WIB, mata uang di kawasan pun masih cenderung melemah. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah ditutup ambles 0,42%.

Berikutnya, peso Filipina ditutup anjlok 0,36%. Disusul baht Thailand dan dolar Singapura yang terdepresiasi masing-masing 0,29% dan 0,24%.

Baca Juga: Rupiah spot ditutup melemah ke Rp 14.232 per dolar AS pada hari ini (19/11)

Selanjutnya, yen Jepang terkikis 0,15%. Lalu ada dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02% terhadap the greenbcak.

Sementara itu, ringgit Malaysia berhasil menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,11%. Diikuti, yuan China yang naik 0,07%.

Kemudian ada dolar Taiwan yang terlihat menguat tipis 0,02% pada perdagangan sore hari ini.

Selanjutnya: Meneropong prospek reksadana pasar uang di tahun 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×