kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini (3/8), Simak Sentimen yang Menopangnya


Senin, 03 Agustus 2026 / 05:46 WIB
Rupiah Diproyeksi Menguat Hari Ini (3/8), Simak Sentimen yang Menopangnya
ILUSTRASI. Analis memproyeksi rupiah melanjutkan penguatan pada hari ini (3/8/2026) setelah ditutup menguat 0,49% pada Jumat (31/7/2026) (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi kembali lanjutkan penguatan meski terbatas pada perdagangan hari ini (3/8/2026). Sekedar mengingatkan, rupiah tampil perkasa di akhir pekan lalu walau secara mingguan masih melemah. 

Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,49% secara harian ke level Rp 18.022 per dolar AS pada Jumat (31/7/2026). Namun secara mingguan, rupiah masih melemah 0,32% dibandingkan posisi Rp 17.963 per dolar AS pada Jumat (24/7/2026).

Ekonom Makro Bank Tabungan Negara (BTN) Myrdal Gunarto mengatakan, pergerakan rupiah akan menguat terbatas terhadap dolar AS di awal pekan ini.

Ia memperkirakan, rupiah masih rentan melemah jika terdapat gejolak geopolitik global dengan disertai fluktuasi harga minyak. Asal tahu saja, harga minyak kembali anjlok 6% pada perdagangan pagi ini (3/8/2026). 

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (3/8), IHSG Diproyeksi Menguat

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati serangkaian rilis data ekonomi global, terutama indeks PMI manufaktur negara-negara maju.

Sedangkan dari dalam negeri, perhatian pasar akan tertuju pada data inflasi, neraca perdagangan, serta PMI manufaktur Indonesia.

Myrdal memperkirakan, inflasi Indonesia pada Juli 2026 sedikit melambat menjadi 0,39% secara bulanan, dibandingkan 0,44% pada Juni 2026. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan berada di level 3,43%.

Ia menjelaskan, tekanan inflasi masih berasal dari kenaikan harga pangan seperti cabai merah, telur ayam, dan daging ayam, serta meningkatnya biaya pendidikan pada periode tahun ajaran baru. Namun, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex membantu meredam tekanan inflasi.

Myrdal memproyeksikan, pergerakan rupiah pada hari ini (3/8/2026) berada di kisaran level Rp 18.029 per dolar AS hingga Rp 18.111 per dolar AS.​

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×