kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rupiah dihantui momok BI rate


Senin, 09 Januari 2012 / 06:46 WIB
Rupiah dihantui momok BI rate
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di salah satu bank swasta di jakarta, Senin (5/10).Pencadangan perbankan pada 2021 tak akan setinggi tahun lalu.


Reporter: Revi Yohana | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sepekan lalu pergerakan rupiah cenderung tertekan di level bawah akibat masih sepinya pasar dan rendahnya risk appetite investor. Depresiasi rupiah mencapai 0,6% hingga sempat anjlok menjadi Rp 9.200 per dolar Amerika Serikat (AS). Namun, rupiah berhasil bangkit, Jumat (6/1), menjadi Rp 9.160.

Apressyanti Senthaury, analis valuta Bank BNI, memproyeksi, kurs rupiah masih akan di bawah tekanan, pekan ini. Selain terpicu faktor eksternal yakni prospek penguatan indeks dolar AS akibat ketidakpastian Eropa, rupiah akan terombang-ambing spekulasi pengguntingan bunga acuan Bank Indonesia (BI).

BI akan mengumumkan bunga acuan Januari, Kamis pekan ini. Investor kemungkinan banyak yang menahan posisi menunggu kepastian BI rate. "Rupiah akan bergerak di Rp 9.050-Rp 9.225 dengan kecenderungan bearish," ujar dia.

Tonny Mariano, analis Harvest International Futures, berujar, sejatinya potensi penguatan rupiah cukup terbuka misalnya dari pergerakan bursa saham yang mendekati 4.000. Namun, isu BI rate akan menjadi momok pergerakan rupiah pekan ini. "Sepanjang pekan ini, dollar AS akan bergerak di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 9.200," kata Tonny.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×