kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Rupiah dibayangi inflasi


Rabu, 29 Januari 2014 / 07:07 WIB
ILUSTRASI. Warga mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Minggu (4/9).


Reporter: Noor Muhammad Falih | Editor: Sofyan Hidayat

JAKARTA. Rupiah bergerak dua arah. Di pasar spot kemarin (28/1), rupiah terhadap dollar AS menunjukan penguatan 0,39% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.190. Sebaliknya kurs tengah rupiah di Bank Indonesia ditutup melemah 0,56% dari hari sebelumnya menjadi Rp 12.267.

Analis Monex Investindo Futures Albertus Christian bilang, penguatan rupiah kali ini hanya bersifat sementara lantaran ada harapan Bank Sentral Turki mengeluarkan bailout untuk menjamin kestabilan harga. “Harapan itu menahan laju pelemahan mata uang negara emerging market termasuk rupiah,” ujar Christian.

Meski kemarin menguat, rupiah masih akan mendapat tekanan eksternal terutama spekulasi bank sentral AS yang akan kembali memangkas stimulus.

Analis pasar uang Bank Mandiri Reny Eka Putri bilang, rupiah bergerak mendatar cenderung turun hingga kurs tengah BI melemah. Dari dalam negeri, proyeksi inflasi Januari di atas 1% membebani rupiah.

Reny memprediksi, rupiah hari ini bergerak mendatar cenderung melemah di Rp 12.105-Rp 12.273. Sedangkan proyeksi Christian, rupiah melemah di kisaran Rp 12.140-Rp 12.240

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×