kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.036   36,00   0,21%
  • IDX 7.087   -97,91   -1,36%
  • KOMPAS100 979   -13,99   -1,41%
  • LQ45 718   -9,06   -1,25%
  • ISSI 253   -3,67   -1,43%
  • IDX30 389   -4,17   -1,06%
  • IDXHIDIV20 483   -3,95   -0,81%
  • IDX80 110   -1,43   -1,28%
  • IDXV30 134   -0,74   -0,55%
  • IDXQ30 127   -1,16   -0,90%

Rupiah berpeluang melanjutkan penguatan Kamis (11/2), disokong sentimen eksternal


Kamis, 11 Februari 2021 / 06:15 WIB


Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (11/2). 

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (10/2) rupiah menguat 0,09% ke level Rp 13.983 per dolar Amerika Serikat (AS). Sedangkan data kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor) mencatatkan penguatan 0,07% ke level Rp 13.989 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya. 

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memprediksi, pergerakan rupiah pada Kamis (11/2) masih akan melanjutkan penguatan.

"Sentimen yang mendominasi masih dari eksternal, khususnya terkait stimulus AS," kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (10/2).

Ibrahim menambahkan, dalam dua pekan terakhir indeks dolar AS diperdagangkan mendekati posisi terendah. Itu lantaran, permintaan untuk aset yang lebih pada perdagangan Rabu (10/2) cenderung lesu, seiring dengan ekspektasi adanya pemulihan ekonomi dunia akibat pandemi COVID-19, didorong oleh stimulus fiskal dan moneter besar-besaran.

Baca Juga: Won paling kuat di Asia lagi, rupiah ditutup menguat ke Rp 13.983 per dolar AS

Pemerintahan AS juga telah mendedikasikan beberapa minggu pertamanya untuk mengeluarkan lebih banyak uang untuk bantuan pandemi, sekaligus mengabaikan peringatan bahwa ekonomi dapat menjadi terlalu panas sebagai hasilnya. 

Ditambah lagi, peluncuran vaksin di Inggris turut memicu harapan investor akan pembukaan kembali ekonomi yang cepat. Bank of England (BoE) juga tetap mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, meskipun kemungkinan untuk menggiring ke level negatif masih terbuka ke depan. 

Di sisi lain, sentimen dari domestik terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro diharapkan bisa menjadi katalis positif ke depan. Dimana, penjualan ritel diharapkan bisa meningkat dan mendorong pemulihan ekonomi lebih lanjut di Tanah Air. "Untuk Kamis (11/2) rupiah kemungkinan menguat di rentang tipis, yakni Rp 13.950 per dolar AS hingga Rp 13.990 per dolar AS," kata dia.

Baca Juga: IHSG menguat 0,33% ke 6.201 pada Rabu (10/2), BBRI paling banyak dibeli asing

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×