kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.678.000   -14.000   -0,83%
  • USD/IDR 16.585   -130,00   -0,79%
  • IDX 6.271   -214,85   -3,31%
  • KOMPAS100 907   -39,76   -4,20%
  • LQ45 704   -27,76   -3,80%
  • ISSI 197   -7,32   -3,58%
  • IDX30 365   -13,68   -3,62%
  • IDXHIDIV20 445   -14,85   -3,23%
  • IDX80 103   -4,03   -3,77%
  • IDXV30 108   -4,81   -4,27%
  • IDXQ30 120   -4,00   -3,23%

Rupiah Ambruk ke Rekor Terburuk Sejak 1998, Ini Sentimen yang Menyeretnya


Jumat, 28 Februari 2025 / 18:51 WIB
Rupiah Ambruk ke Rekor Terburuk Sejak 1998, Ini Sentimen yang Menyeretnya
ILUSTRASI. Rupiah spot ditutup di level Rp 16.596 per dolar AS, dan menjadi posisi terburuk sejak Juni 1998


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah jatuh ke rekor terburuknya sejak tahun 1998 setelah ditutup ke level Rp 16.596 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (28/2). Kekhawatiran Good Corporate Government (GCG) hingga kebijakan tarif AS menjadi penekan bagi rupiah.

Dalam sepekan, rupiah di pasar spot pun sudah melemah 1,7% dan koreksi 1,75% di sepanjang Februari 2025. Alhasil, rupiah pun menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada bulan Februari 2025.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah tertekan oleh arus keluar dana asing di pasar saham domestik, merespon penurunan peringkat MSCI saham Indonesia oleh Morgan Stanley.

Pelemahan rupiah juga diperburuk oleh penguatan dolar AS akibat kekhawatiran perang dagang.

Baca Juga: Rupiah Ditutup Anjlok ke Rp 16.596 Per Dolar AS Hari Ini, Terburuk Sejak Juni 1998

"Trump yang mengonfirmasi tarif Kanada dan Meksiko tetap dimulai pada 3 Maret 2025 serta tambahan 10% tarif ke China dan 25% tarif global untuk aluminium dan baja," kata dia kepada Kontan.co.id, Jumat (28/2).

Senior Economist KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana menambahkan, investor juga memiliki kekhawatiran terhadap GCG Indonesia, mengingat meningkatnya kasus korupsi yang terjadi. Lihat saja, kehadiran Danantara dan Bullion Bank tak mampu menahan dana investor asing, khususnya di pasar saham.

"Keduanya memiliki tujuan positif, tetapi mungkin ada kekhawatiran terkait dengan eksekusinya," sebutnya.

Selain itu, rilis data Durable Goods yang naik melebihi ekspektasi mendorong peningkatan indeks dolar. Alhasil turut menekan pergerakan rupiah.

Untuk awal pekan depan, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut. Sentimen GCG dan tarif masih cukup kuat membayangi pergerakan rupiah.

Selain itu awal pekan depan juga akan ada rilis inflasi Indonesia. Lukman memperkirakan, inflasi tahunan diperkirakan masih akan turun ke 0,5% dan bulanan hanya 0,2%.

Cadangan devisa Indonesia juga diperkirakan stabil di kisaran US$ 156 miliar.

Baca Juga: Rupiah Anjlok 2,79% di Sepanjang 2025, Penurunan Paling Dalam di Asia

"Walau investor masih menantikan data inflasi PCE AS malam ini, namun tidak akan meredakan sentimen negatif yang ada saat ini," lanjutnya.

Dus, Lukman memperkirakan rupiah berkisar di Rp 16.450 - Rp 16.600 per dolar AS. Lalu Fikri memperkirakan rupiah dalam kisaran Rp 16.500 - Rp 16.600 per dolar AS.

Selanjutnya: AAJI Catat Pendapatan Premi Capai Rp 185,39 Triliun pada 2024

Menarik Dibaca: IDEC 2025 Dorong Inovasi di Industri Kesehatan Gigi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Finance for Non Finance Entering the Realm of Private Equity

[X]
×