kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Return reksadana saham sektor konsumsi memikat


Rabu, 15 Mei 2013 / 08:15 WIB
ILUSTRASI. Perhatikan Hal-Hal Ini untuk Mengetahui Kesehatan dan Kebahagiaan Anjing Peliharaan


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah bakal menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Kenaikan harga BBM  akan mendongkrak inflasi di tahun ini. Meski begitu, kinerja saham emiten sektor konsumsi diprediksi tak banyak terpengaruh kenaikan inflasi. Ini membuat reksadana saham dengan basis saham sektor konsumsi masih prospektif di tahun ini.

Analis Infovesta Utama, Viliawati menduga, kinerja saham sektor konsumsi berpotensi mengunggungguli kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tahun ini. Saham-saham sektor konsumsi berkapitalisasi besar bisa menjadi alternatif pilihan bagi manajer investasi untuk mendongkrak  return reksadana.

"Bila dibandingkan dengan reksadana saham non sektoral, reksadana saham sektor konsumsi berpeluang mencetak kinerja di atas kinerja rata-rata reksadana saham yang diperkirakan sekitar 12%-15% hingga akhir tahun," kata Viliawati.

Direktur Utama PT Danareksa Investment Management (DIM), Zulfa Hendri, menjelaskan, kenaikan harga BBM memang akan berimbas pada permintaan konsumen dari perusahaan sektor konsumsi. Selain itu, biaya operasional perusahaan juga akan membengkak.

Kendati demikian, Zulfa optimistis, kinerja saham sektor-sektor konsumsi masih bisa positif di tahun ini. Sebab, sektor ini berkaitan langsung dengan kebutuhan utama konsumen, sehingga pengaruhnya tidak akan lama.

Danareksa sendiri memiliki satu produk reksadana saham berbasis saham sektor konsumsi bernama Danareksa Mawar Konsumer 10. Untuk menghadapi tekanan inflasi, DIM akan  lebih selektif memilih saham-saham sebagai aset dasar reksadana ini.     

Head of Research and Investment Specialist DIM, Rafdi Prima bilang, sektor konsumsi termasuk sektor ekonomi yang cukup kebal. Sektor ini mampu pulih lebih cepat dibandingkan sektor lain, ketika harga BBM naik.

Sejumlah saham yang menjadi pilihan DIM dalam reksadana ini di antaranya, saham PT Unilever Tbk (UNVR) dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).  
DIM menargetkan bisa menggenggam total dana kelolaanhingga Rp 18 triliun sampai akhir tahun ini. Saat ini, total dana kelolaan DIM sebesar Rp 10 triliun.    

Data Infovesta Utama menunjukkan, reksadana Danareksa Mawar Konsumer 10 mencatat imbal hasil mencapai 20,45% sejak akhir 2012 hingga 13 Mei 2013. Return itu mengungguli kinerja IHSG yang sebesar 17,10% dalam periode sama.

PT Trimegah Asset Managament juga memiliki reksadana berbasis saham sektor konsumsi bertajuk TRAM Consumption Plus. Produk ini memutar minimal 80% dan maksimal 100% aset dasar di saham dan sisanya maksimal sebesar 20% di instrumen pasar uang.      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×