kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Reli harga tembaga masuki hari keempat


Rabu, 15 Maret 2017 / 15:38 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Tembaga terus catat rally gemilang. Bahkan kenaikan sudah memasuki hari keempat. Salah satunya berkat dukungan kisruh yang masih terus berlangsung di Chili.

Mengutip Bloomberg, Rabu (15/3) pukul 09.49 WIB harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange terbang 0,40% ke level US$ 5.840,50 per metrik ton dibanding hari sebelumnya.

Terbaru memang dilaporkan para pekerja tambang di Escondida, Chili menolak proposal yang diajukan oleh BHP Billiton Ltd. Efeknya aksi mogok kerja masih terus berlangsung dan mengakibatkan produksi terganggu. Hal ini tentu berimbas pada kekhawatiran keringnya pasokan tembaga di pasar global yang tentunya bisa terus mengangkat harga jual tembaga di pasar global.

Dukungan lainnya bagi harga tembaga datang dari laporan produksi industri China Februari 2017 yang tumbuh dari 6,0% menjadi 6,3%. Ini semakin meningkatkan harapan kenaikan permintaan tembaga di masa mendatang. Apalagi di saat yang bersamaan indeks USD sedang tergerus akibat aksi profit taking yang membayangi penguatan signifikan USD beberapa waktu terakhir.

Meski demikian diduga kenaikan harga tembaga ini sifatnya masih jangka pendek. Sebab jika keadaan di Cili kembali normal, dugaan penurunan permintaan tembaga akan mendominasi pergerakan dan berpotensi menyudutkan harga tembaga lagi.

Zhong Min, Vice General Manager of Jinrui Futures memperkirakan permintaan tembaga di tahun 2017 ini akan turun 1% dibanding tahun 2016 lalu. Akibat perlambatan di sektor otomotif dan perumahan terutama yang terjadi di China. Hanya saja selama faktor dari Cili mendominasi pasar, kenaikan harga tembaga masih akan mampu terjaga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×