kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Rebound, indeks di sesi I ditutup melesat 0,96%


Rabu, 23 Februari 2011 / 12:10 WIB
ILUSTRASI. Layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,83% ke 6.165,62 pada Kamis (7/11).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit. Setelah ditransaksikan melorot pada awal pembukaan, indeks akhirnya ditutup dengan kenaikan 0,96% menjadi 3.484,182 di sesi siang.

Sepanjang transaksi sesi I, sebanyak 114 saham naik, 56 saham melorot, dan 81 saham lainnya tak mengalami perubahan. Total volume transaksi hari ini mencapai 1,8 miliar saham senilai Rp 2,281 triliun.

Semua sektor juga mencatatkan kenaikan. Sektor dengan lonjakan terbesar adalah sektor pertambangan sebesar 1,80%. Baru kemudian disusul oleh sektor consumer goods dan sektor perdagangan dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,62% dan 1,16%.

Adapun saham-saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi (top gainers) adalah: PT Placa Indonesia Realty (PLIN) naik 25% menjadi Rp 1.750, PT Pioneerindo Gourmet (PTSP) naik 16,13% menjadi Rp 360, PT Sunson Textile Manufacture (SSTM) naik 13,04% menjadi Rp 260, PT Mahaka Media (ABBA) naik 11,41% menjadi Rp 205, dan PT Bakrie Telecom (BTEL) naik 10,91% menjadi Rp 305.

Sedangkan penghuni top losers siang ini antara lain: PT Aneka Kemasindo Utama (AKKU) turun 16% menjadi Rp 126, PT Sarana Menara Nusantara (TOWR) turun 11,36% menjadi Rp 9.750, PT Humpuss Intermoda (HITS) turun 8,33% menjadi Rp 330, PT Indorama Synthetics (INDR) turun 5,71% menjadi Rp 1.650, dan PT Multi Prima Sejahtera (LPIN) turun 5,26% menjadi Rp 2.250.

Kondisi ini berbeda dengan sejumlah bursa Asia lainnya yang memerah akibat lonjakan harga minyak dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×