kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rasio volume kendaraan dan kapasitas tol Jakarta Cikampek turun 51,29%


Jumat, 06 April 2018 / 10:13 WIB
ILUSTRASI. PEMBANGUNAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK II


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Paket kebijakan penanganan kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek yaitu penerapan ganjil genap, pengaturan jam operasional angkutan barang dan pembuatan lajur khusus bus menunjukkan hasil positif.

Setelah tiga pekan penerapan kebijakan itu, terdapat penurunan rata-rata perbandingan volume kendaraan dan kapasitas jalan (V/C ratio) sebesar 51,29%. "Ini turun dari 1,05% sebelum penerapan menjadi 0,48% pada minggu ketiga setelah penerapan kebijakan," kata Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dalam keterangan resmi, Jumat (6/4).

Kebijakan ganjil genap di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) gerbang tol Bekasi Barat I dan II serta Tol Bekasi Timur arah Jakarta, mampu mengurangi kemacetan lalu lintas. Volume kendaraan pribadi dari arah pintu tol Bekasi menuju Jakarta pada jam 06.00-09.00 WIB sejak pelaksanaan ganjil genap, berkurang hingga 32,40%.

Dari sisi kecepatan rata-rata juga diperoleh peningkatan 41,34%. Semula kecepatan rata-rata di tol Jakarta Cikampek adalah 28,3 km/jam dan tercatat pada minggu ketiga penerapan naik menjadi 35,61 km/jam.

Peningkatan ini terjadi pada waktu pemberlakuan kebijakan yaitu setiap Senin sampai Jumat pukul 06.00 WIB-09.00 WIB. Pada ruas dan titik tertentu kecepatan kendaraan dapat mencapai 60 km/jam sampai 70 km/jam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×