kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.835   13,00   0,07%
  • IDX 6.208   30,74   0,50%
  • KOMPAS100 811   2,72   0,34%
  • LQ45 612   2,85   0,47%
  • ISSI 214   1,13   0,53%
  • IDX30 346   1,26   0,37%
  • IDXHIDIV20 422   0,82   0,19%
  • IDX80 92   0,27   0,29%
  • IDXV30 113   0,61   0,54%
  • IDXQ30 110   -0,06   -0,05%

Rambah bisnis real estate, Bukit Asam (PTBA) bidik pasar Jakarta


Selasa, 27 Agustus 2019 / 15:17 WIB
ILUSTRASI. Conveyor belt Milik PT. Bukit Asam (PTBA)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mulai merambah lini bisnis lain. Melalui pendirian PT Bukit Multi Properti, PTBA masuk ke sektor real estate dan konstruksi.

PT Bukit Multi Properti berada di bawah entitas anak PTBA yakni PT Bukit Multi Investasma. Perusahaan ini akan bergerak di bidang konstruksi hingga real estate, mulai dari konstruksi tempat tinggal, perkantoran, industri, pusat perbelanjaan, pendidikan, hingga real estate baik yang dimiliki sendiri maupun disewa.

Selain itu, Bukit Multi Properti juga akan menggarap proyek penginapan, tempat hiburan dan olahraga, serta pemasangan bangunan pra-fabrikasi untuk gedung. Dalam mendiversifikasi usaha ini PTBA melakukan dua opsi yakni membangun sendiri dan membeli bangunan yang sudah jadi.

Septyo Cholidie, Manager Investment Relations PTBA menyebutkan, segmentasi produk real estate dan konstruksi ini akan berada di Jakarta. "Saat ini masih di Jakarta," terang Septyo kepada Kontan.co.id usai Public Exposes Live 2019, Selasa (27/8).

Bahkan, ia mengatakan tahun ini PTBA telah berencana untuk membeli gedung perkantoran di Jakarta. "Untuk keperluan sendiri dan komersil," lanjutnya.

Selain itu, PTBA juga akan membangun perumahan untuk karyawan dan guest house di Jakarta. Meski demikian, Septyo mengaku kontribusi segmen real estate dan konstruksi tidak akan berpengaruh terlalu banyak terhadap kinerja konsolidan PTBA.

Hal ini karena hingga lima tahun ke depan, PTBA masih akan mengandalkan pemasukan dari sektor batubara. Sehingga untuk saat ini PTBA belum begitu fokus untuk menargetkan pemasukan dari lini bisnis ini.

Menurutnya, kontribusi dari segmen real estate baru akan terasa dalam lima sampai enam tahun ke depan. "Untuk angkanya belum bisa ditentukan," tutup Septyo.

Untuk diketahui, tahun ini PTBA mengalokasikan dana Rp 6,5 triliun untuk belanja modal alias capital expenditure (capex).

Sebanyak Rp 1,5 triliun digunakan untuk perawatan rutin dan berkala, sementara Rp 5 triliun akan digunakan untuk pengembangan, salah satunya adalah injeksi modal ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumsel 8 dan injeksi dana ke sektor properti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×