kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Racikan SAM reksadana SAM Dana Cerdas


Senin, 13 Maret 2017 / 12:49 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Strategi pemilihan saham secara top down menjadi pilihan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) dalam pengelolaan reksadana saham sepanjang tahun lalu. Bahkan, dalam jangka waktu 1 tahun, produknya yang bernama reksadana SAM Dana Cerdas berhasil mencetak return hingga 44,15%.

Mengacu data Infovesta, sepanjang tahun lalu, pertumbuhan reksadana saham hanya mencapai 7,7%. Padahal, indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa tumbuh mencapai sekitar 15%. Namun begitu, RD SAM Dana Cerdas mampu mencatatkan imbal hasil hingga 44,15%.

Agus Basuki Yanuar, Direktur Utama SAM bilang,sepanjang tahun lalu, pihaknya menggunakan pendekatan top down dalam memilih sektor yang dianggap paling prospektif. "Karena menurut kami, pergerakan pasar dipengaruhi oleh sektor yang paling prospektif,"ujarnya.

Adapun pihaknya banyak masuk ke sektor komoditas, konsumer, dan utilities. Pemilihan saham tersebut, lanjut Agus, menjadi bagian yang mengerek kinerja RD SAM Dana Cerdas. Agus bilang, beberapa saham yang menjadi top holding sepanjang tahun lalu di antaranya ADARO, PTBA, ITMG, dan UNTR.

Menurut Agus, ada tiga kriteria saham yang bakal diincar, yakni valuasi, tata kelola perusahaan, dan likuiditas dari efek tersebut di pasar. "Tetapi yang utama itu adalah valuasi relatif yang paling menarik," ujar Agus. Sebagai informasi, RD SAM Dana Cerdas menyasar investor institusi karena minimum dana yang disetor mencapai Rp 5 miliar.

Hingga akhir tahun, Agus pun menargetkan imbal hasil untuk reksadana ini bisa mencapai 15% -18%. Pasalnya, dia yakin IHSG masih bisa bertumbuh sekitar 12% -13%."Potensinya sebesar itu. Jadi target indeks tahun ini kalau konservatif 5.700, optimis 6.500,dan moderat 6.100," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×