kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.820   -80,00   -0,47%
  • IDX 7.987   51,32   0,65%
  • KOMPAS100 1.126   9,01   0,81%
  • LQ45 817   1,49   0,18%
  • ISSI 283   4,81   1,73%
  • IDX30 425   -1,30   -0,30%
  • IDXHIDIV20 511   -4,10   -0,80%
  • IDX80 126   0,70   0,56%
  • IDXV30 139   -0,21   -0,15%
  • IDXQ30 138   -0,78   -0,56%

PTRO meraih kontrak Rp 622 miliar


Kamis, 14 Januari 2016 / 08:34 WIB
PTRO meraih kontrak Rp 622 miliar


Reporter: Narita Indrastiti | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Petrosea Tbk (PTRO) mendapatkan kontrak baru dalam pengerjaan proyek tambang batubara. PTRO baru saja menandatangani perjanjian pemindahan lapisan tanah penutup dan pengangkutan batubara dengan PT Anzawara Satria.

Direktur PTRO Johanes Ispurnawan mengemukakan, penandatanganan perjanjian itu dilakukan pada 11 Januari lalu. Masa kontrak berlaku selama 36 bulan dengan nilai kontrak mencapai Rp 622,09 miliar. "Pekerjaan tersebut akan dimulai pada awal 2016," ujar Johanes, Rabu (13/1).

Anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY) ini memang bergerak di bisnis tambang, rekayasa dan konstruksi, serta jasa lepas pantai. Sementara Anzawara Satria merupakan perusahaan pertambangan batubara yang berlokasi di Kalimantan Selatan.

Pada Oktober 2015, PTRO juga mendapatkan kontrak pemindahan lapisan tanah penutup dengan PT Indoasia Cemerlang yang berlaku selama 11 bulan. Nilai proyek tersebut mencapai Rp 313,14 miliar dan sudah mulai digarap sejak kuartal IV-2015.

Pada tahun lalu, INDY menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk PTRO mencapai US$ 60 juta hingga US$ 70 juta. PTRO mendapatkan alokasi terbesar karena tengah membangun pelabuhan di kawasan Kariangau, Tanjung Batu, Kalimantan Timur.

Kinerja PTRO masih terkena dampak dari lesunya bisnis pertambangan akibat penurunan harga komoditas. Sepanjang kuartal ketiga tahun lalu, pendapatan PTRO menurun 37,8% year on year (yoy) dari US$ 264,6 juta menjadi US$ 164,5 juta.

Pendapatan terbesar emiten ini berasal dari bisnis penambangan, yakni sebesar US$ 118,16 juta. Kemudian bisnis jasa menyumbang US$ 25,1 juta, rekayasa dan konstruksi sebesar US$ 20,9 juta, dan sektor lain-lain sebesar US$ 337.000.

PTRO membukukan beban bunga dan keuangan sebesar US$ 6,5 juta. Pendapatan yang menurun dan masih tingginya beban menyebabkan PTRO menderita kerugian US$ 1,38 juta hingga September 2015. Padahal di periode yang sama tahun sebelumnya, PTRO masih membukukan laba bersih sebesar US$ 3,1 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×