kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

PTPP usul dividen 2010 maksimal 30%


Rabu, 09 Maret 2011 / 08:00 WIB
PTPP usul dividen 2010 maksimal 30%
ILUSTRASI. People walk past a board with the logo of Bitcoin in a street in Yerevan, Armenia September 9, 2019. REUTERS/Anton Vaganov


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. PT PP Tbk (PTPP) berencana mengajukan usulan nilai dividen tahun buku 2010 yang akan dibayarkan tahun ini maksimal mencapai Rp 60,3 miliar. Jumlah itu setara 30% dari laba bersih PTPP pada tahun lalu yang mencapai Rp 201 miliar.

Porsi tersebut sama dengan kucuran dividen PTPP pada tahun lalu, yang sebesar 30% dari laba bersih 2009. "Kami akan mengusulkannya," kata Direktur Keuangan PTPP Tumiyana kepada KONTAN, kemarin (8/3).

Meski menyodorkan dividen di angka maksimal, manajemen PTPP masih berharap persentase dividen bisa lebih rendah dari 30%. "Tapi semua tergantung pemegang saham," ujar Tumiyana.

Keinginan penurunan dividen perusahaan pelat merah mulai disuarakan pada tahun lalu. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar menjelaskan, pemangkasan dividen dilakukan agar perusahaan-perusahaan BUMN lebih leluasa menggenjot ekspansi bisnisnya.

Selain PTPP, ada 17 perusahaan BUMN yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Emiten pelat merah yang memerlukan dana cukup besar terutama berasal dari sektor bank, yakni BBRI, BMRI, BBNI dan BBTN. Setoran dividen keempat bank itu pada tahun lalu mencapai Rp 6,15 triliun. Jumlah ini setara 20,85% dari total dividen BUMN tahun buku 2009 yang dibayarkan pada tahun lalu.

Penurunan target setoran dividen akan membantu permodalan bank-bank BUMN sehingga bisa lebih leluasa mengguyurkan kredit.

Per 18 Februari 2011, kapitalisasi pasar emiten BUMN di BEI mencapai Rp 755,58 triliun. Jumlah ini setara 24,47% total kapitalisasi pasar BEI. Nilai pasar emiten BUMN kian bertambah berkat sokongan emiten baru, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), dengan kapitalisasi Rp 12,91 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×