kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) siapkan strategi untuk genjot kinerja tahun ini


Jumat, 12 April 2019 / 12:29 WIB


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Protech Mitra Perkasa Tbk (OASA) telah menyiapkan strategi untuk menggenjot kinerjanya di tahun ini. Maklum, pada tahun lalu, kinerja perusahaan berkode emiten OASA ini tak cemerlang. Sepanjang 2018, OASA hanya mencatatkan pedapatan Rp 22,82 miliar, turun 28,59% dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp 31,96 miliar. Sehingga, tahun lalu OASA masih harus menanggung rugi bersih sebesar Rp 758,32 juta.

Komisaris Utama PT Protech Mitra Perkasa Tbk  Anton Santoso mengatakan, tahun lalu kinerja perusahaan tak menggembirakan lantaran waktu pengerjaan proyek meleset dari estimasi. "Kerugian perusahaan disebabkan oleh pengerjaan suatu proyek yang seringkali tidak sesuai dengan waktu yang sudah diestimasi. Misalnya, suatu proyek yang diperkirakan berjalan tiga bulan, ada yang tertunda atau berjalan lebih lama karena suatu hal. Tentu ini akan menaikkan cost dan biaya operasional," Tutur Anton saat ditemui di BEI usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) OASA Jumat (12/4).

Nah, untuk memperbaiki kinerja, Anton bilang tahun ini OASA akan lebih selektif memilih proyek dengan margin yang bagus. Dengan demikian, risiko kerugian dapat dibendung atau berkurang.

Yang pasti, kata Anton, tahun ini OASA akan fokus dan mencari peluang bisnis di bidang kelistrikan. "Kami juga mencoba masuk ke sektor energi terbarukan, seperti PLTS atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya tahun ini," katanya.

Lantaran merugi di tahun lalu, OASA dalam RUPS yang digelar hari ini sepakat untuk tidak membagi dividen kepada para pemegang saham. 

"Jika tahun ini sudah profitable maka kami akan consider untuk mengadakan pembagian deviden. Namun karena masih rugi, hal tersebut belum ada," tambah Anton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×